Rabu, 27 Mei 2026

Pembangunan Banyumas

Kabar Baik Warga Cibun Banyumas, Pembangunan Jembatan Mangkrak Rp12,5 Miliar Dilanjutkan

Proyek ini akan didanai lewat kolaborasi APBD Banyumas dan bantuan rangka baja dari Kementerian PUPR, ditargetkan selesai 2026.

Tayang:
DPU BANYUMAS
SURVEI JEMBATAN CIBUN: Tim dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Jateng dan DPU Banyumas saat melakukan kunjungan kerja di lokasi proyek Jembatan Cibun, Desa Sunyalangu, Banyumas, Selasa (19/8/2025). Survei ini merupakan tindak lanjut atas usulan bantuan dari Pemkab Banyumas ke Kementerian PUPR untuk melanjutkan pembangunan jembatan yang sempat mangkrak. (ISTIMEWA/DOK. DPU BANYUMAS) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Pembangunan Jembatan Cibun di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, yang sempat terhenti (mangkrak), kini menunjukkan titik terang.

Proyek infrastruktur vital senilai total Rp12,5 miliar ini akan dilanjutkan dan ditargetkan selesai pada 2026 mendatang.

Kepastian ini menguat setelah tim dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Jawa Tengah melakukan survei langsung ke lokasi proyek, Selasa (19/8/2025).

Baca juga: Pembangunan Jembatan Cibun Banyumas Bakal Dilanjutkan, Buka Akses Desa Terpencil

Kolaborasi Anggaran Pusat dan Daerah 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas, Kresnawan, mengatakan, survei ini merupakan respons atas permintaan bantuan yang diajukan Pemkab Banyumas kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menurutnya, pembangunan jembatan ini akan menggunakan skema pendanaan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

"Biaya yang sudah dilaksanakan dari APBD Banyumas sebesar Rp3 miliar. Bantuan rangka baja dari Kementerian PUPR senilai Rp7 miliar, dan nanti akan ada pendampingan lagi dari APBD sekitar Rp2,5 miliar," jelas Kresnawan.

Akses Vital Warga yang Terisolir 

Kresnawan menegaskan, Jembatan Cibun merupakan akses yang sangat vital karena menjadi satu-satunya jalur penghubung darat bagi kendaraan roda empat menuju Dusun Cibun.

Proyek ini sebelumnya sempat terhenti setelah Pemkab Banyumas menyelesaikan pembangunan fondasi atau abutment jembatan karena keterbatasan anggaran.

"Selama ini, warga hanya mengandalkan jembatan gantung yang hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Jembatan ini menjadi akses utama untuk mobilitas harian, distribusi logistik, hingga layanan kesehatan dan pendidikan," tuturnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved