Berita Pati
Bupati Pati Sudewo Tak Gentar Datangi Posko Aliansi meski Diteriaki “Lengser” hingga Dilempar Botol
Ratusan warga simpatisan aksi unjuk rasa 13 Agustus tengah berkumpul. Bupati Pati Sudewo tiba-tiba mendatangi posko Aliansi
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Rustam Aji
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI – Usai membatalkan kenaikan pajak PBB P2 karena mendapat ponolakan masyarakat, untuk pertama kalinya, Bupati Pati Sudewo mendatangi langsung posko donasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (selanjutnya hanya disebut “Aliansi”) yang berada di luar pagar kantor Bupati Pati, Jumat (8/8/2025) malam.
Massa yang berkumpul sempat tertegun, sebelum seorang perempuan, salah satu di antara mereka, menyalami Sudewo sambil berkata, “Tanggal 13 mau umrah atau siap ke sini, Pak?”
Sudewo langsung menepis isu yang mengatakan bahwa dirinya akan berangkat umrah untuk menghindari massa aksi unjuk rasa pada tanggal 13 nanti.
Baca juga: BREAKINGNEWS: Siswa di Purwokerto Banyumas Diduga Alami Perundungan. Trauma, Dirawat 16 Hari di RS
Perempuan itu lalu tiba-tiba meletakkan telapak tangannya di dada Sudewo sambil berkata, “Abane deg deg deg. (Suaranya dag-dig-dug).”
Sudewo hanya meresponsnya dengan senyuman.
Setelahnya, Sudewo langsung dikerubungi oleh ratusan warga.
Banyak di antara mereka yang mengacungkan kamera video ponsel mereka masing-masing.
Sudewo langsung diberondong pertanyaan-pertanyaan oleh warga.
Mulai dari pertanyaan tentang kalimat Sudewo yang terkesan menantang 50 ribu pendemo, tentang isu dirinya bakal berangkat umrah, tentang keputusannya membatalkan kenaikan PBB-P2, tentang kebijakan 5 hari sekolah, hingga tentang isu yang mengatakan bahwa dirinya mengganti slogan Pati Bumi Mina Tani menjadi Pati Mutiara.
Dia menjawab semua berondongan pertanyaan itu satu per satu.
“Pertanyaannya bagus. Saya luruskan, maksud saya ngomong seperti itu supaya ini tidak ditunggangi. Kalau murni aspirasi terkait kebijakan PBB-P2, ya oke, tapi jangan sampai ditunggangi. Aku mung ngono tok (saya cuma begitu). Clear ya?” papar Sudewo yang disambut riuh tepuk tangan massa.
Sudewo juga membantah isu yang mengatakan bahwa dirinya akan berangkat umrah pada tanggal 13 untuk menghindari aksi demo.
“Saya tanggal 17 jadi inspektur upacara, tidak mungkin saya tinggal umrah. Jadi isu itu tidak benar sama sekali,” tutur dia.
Dia juga menjelaskan bahwa keputusannya membatalkan kenaikan PBB-P2 berlangsung seterusnya.
Lalu kebijakan sekolah 5 hari juga dibatalkan dan dikembalikan ke 6 hari sekolah mulai Senin (11/8/2025) mendatang.
“Mengenai ‘Pati Mutiara’, itu cuma tema Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati, bukan dimaksudkan untuk mengganti slogan resmi Kabupaten Pati. Slogan Pati tetap Pati Bumi Mina Tani,” jelas dia.
Sesekali, terdengar teriakan dari massa, “Tanggal 13 harus datang, Pak! Buktikan kalau memang laki-laki!”
Dialog langsung dengan warga terhenti ketika salah satu koordinator Aliansi, Supriyono alias “Botok”, datang ke lokasi dan bertemu langsung dengan Sudewo pada pukul 18.45.
Mereka bersalaman, kemudian Sudewo merengkuh tubuh Botok, memeluknya sejenak.
Setelah itu Botok berteriak, “Pak Sudewo, selamat bertemu tanggal 13 Agustus nanti!!!”
Kemudian, situasi berubah mencekam. Teriakan massa bersahut-sahutan tak terkendali.
“Lengserkan Sudewo! Turunkan Sudewo! Lengser! Tidak usah diperhatikan!” teriakan-teriakan itu terus menggema bertubi-tubi.
Sudewo hanya diam mematung sambil tersenyum.
Kemudian, dengan pengawalan aparat Satpol PP dan kepolisian, dia membalikkan badan dan melangkah kembali ke arah Pendopo Kabupaten Pati.
“Saya sudah berusaha ketemu dia, berusaha merangkul dia, ngomong baik-baik. Tuntutan juga sudah saya penuhi. Lalu apa lagi yang diminta?” ucap Sudewo.
Sebelum dia datang, ratusan warga simpatisan aksi unjuk rasa 13 Agustus tengah berkumpul.
Koordinator Lapangan (Korlap) Penggalangan Donasi, Teguh Istiyanto, tampak melayani tanya-jawab dengan para simpatisan aksi.
Sebelum Sudewo tiba di lokasi, Kapolresta Pati Kombespol Jaka Wahyudi dan Dandim Pati Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto terlebih dulu berada di area posko.
Pukul 18.33 WIB, Sudewo telah melangkahkan kaki di depan mobil ambulans yang dijadikan posko donasi.
Dia mengacungkan jempol kepada massa yang berkumpul di sana.
“Bagaimana videotron-nya, bagus?” Begitu kalimat pertama yang dilontarkan Sudewo kepada warga. Lokasi posko memang berada di bawah videotron baru yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Pati dengan anggaran Rp1,39 miliar.
Padahal, anggaran pembuatan videotron tersebut selama ini juga menjadi salah satu poin kritikan Aliansi. (mzk)
| Video Ridwan Kamil Hadiri Undangan Tes DNA di Bareskrim Polri Terkait Anak Lisa Mariana |
|
|---|
| Lisa Mariana Hadiri Undangan Tes DNA di Bareskrim Polri, Terkait Laporan Ridwan Kamil |
|
|---|
| Video Mantan Menteri Agama Yaqut Tiba di KPK untuk Diperiksa Terkait Kasus Kuota Haji |
|
|---|
| Curiga Ada Kursi, Warga Sokawera Banyumas Tewas di dalam Sumur Sedalam 20 Meter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/sudewo-temui-pendemo-oke.jpg)