Berita Nasional
Siapa Rojali, Fenomena Sosial yang Bisa Bikin Pusat Perbelanjaan Bangkrut
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, kelompok pengeluaran atas tercatat menahan konsumsinya.
TRIBUNBANYUMAS.COM, Fenomena “Rojali” plesetan atau singkatan dari rombongan jarang beli yang muncul di pusat perbelanjaan jadi sorotan Badan Pusat Statistik (BPS).
BPS menilai fenomena ini belum tentu mencerminkan kemiskinan.
Namun bisa juga sinyal tekanan ekonomi, terutama bagi kelompok rentan.
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, kelompok pengeluaran atas tercatat menahan konsumsinya.
“Kelompok atas memang agak menahan konsumsinya. Ini kita amati dari Susenas. Namun ini tentu tidak serta-merta berpengaruh ke angka kemiskinan karena itu kelompok atas saja,” ujar Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono di Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Ateng menyebut, meskipun Rojali belum menjadi variabel pengukur statistik resmi, gejala ini bisa menjadi alarm sosial yang patut dicermati.
Belum Disurvei
BPS belum memiliki survei spesifik yang menyasar fenomena Rojali.
“Kami belum sampai survei ke ala Rojali. Kami surveinya hanya berbasis ke rumah tangga sampel di Susenas kita,” katanya.
Ateng pun mendorong semua pihak untuk mengamati lebih jauh fenomena Rojali apakah dilakukan kelompok atas, kelas menengah, kelompok rentan, atau penduduk miskin.
Jumlah Penduduk Miskin
BPS mencatat, jumlah penduduk miskin nasional pada Maret 2025 mencapai 23,85 juta orang atau 8,47 persen dari total penduduk.
Angka ini turun 0,2 juta orang dari September 2024. Namun tren itu tidak terjadi di perkotaan, melainkan di pedesaan.
Persentase penduduk miskin di kota naik 0,07 poin menjadi 6,73 persen, sedangkan di desa turun 0,31 poin menjadi 11,03 persen.
Kenaikan harga bahan pokok seperti minyak goreng, cabai rawit, dan bawang putih mempersempit ruang konsumsi rumah tangga bawah dan kelompok rentan. Ini berpotensi mendorong warga turun ke bawah garis kemiskinan jika tidak diantisipasi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fenomena Rojali Jadi Alarm Baru: Miskin atau Hanya Menahan Konsumsi?", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2025/07/26/061700526/fenomena-rojali-jadi-alarm-baru--miskin-atau-hanya-menahan-konsumsi-?source=terpopuler.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Suntahi-kebumenn.jpg)