Kamis, 30 April 2026

Berita Jateng

Serasa Bukan di Jawa, Keseharian Warga Desa Daeyuhluhur Cilacap Full Berbahasa Sunda

Sebagian wilayah Kabupaten Cilacap, terutama bagian barat masih banyak masyarakatnya yang justru lebih banyak mengamalkan budaya Sunda

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS/IMAH MASITOH
Ilustrasi alat musik Sunda. Kusmarja memainkan Gandalia di rumahnya di Grumbul (Dusun) Bonjok Wetan, Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Rabu (22/6/2022). Gandalia merupakan alat musik khas Banyumas yang memiliki bentuk dan cara memainkan mirip angklung. Namun, gandalia hanya memiliki empat tangga nada pentatonis. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, Kabupaten Cilacap masuk wilayah eks karesidenan Banyumas. Tradisi masyarakatnya masih kental dengan budaya Banyumasan, termasuk dalam hal bahasa yakni menggunakna bahasa Jawa atau Banyumasan (ngapak). 

Namun ternyata, tidak semua masyarakat Cilacap mengamalkan budaya Banyumasan dan berbahasa Jawa.  

Sebagian wilayah Kabupaten Cilacap, terutama bagian barat masih banyak masyarakatnya yang justru lebih banyak mengamalkan budaya Sunda, termasuk dalam bahasa keseharian. 

Satu di antaranya masyarakat yang mendiami Kecamatan Dayeuhluhur

Wajar, wilayah Dayeuhluhur dan sekitarnya dulunya konon adalah sebuah Kadipaten. 

Dalam perjalannya, saat terjadi perang antara Hindia Belanda melawan Pangeran Diponegoro,  Kadipaten Dayeuhluhur dibubarkan karena dianggap jadi sarang perlawanan terhadap colonial. 

Dilansir dari website resmi Desa Dayeuhluhur, usai dibubarkan,  seluruh wilayah Kadipaten Dayeuhluhur menjadi bagian dari Kabupaten Banyumas. Hingga akhirnya menjadi bagian Kabupaten Cilacap. 

Meski secara administrative Dayeuhluhur masuk wilayah Jawa Tengah, penduduk asli kecamatan Dayeuhluhur adalah Suku Sunda.

Baca juga: Kampus Swasta Ketar-ketir UNY Bangun Kampus Megah di Blora

Kuatnya tradisi Sunda di Dayeuhluhur terbukti dari bahasa daerah yang digunakan sehari-hari. Mereka menggunakan bahasa Sunda karena seringnya berinterakasi dengan warga di Jawa Barat.

Interaksi yang intens ini karena secara geografis Dayeuhluhur dekat dengan Jawa Barat. Bagitu pun warga Dayeuhluhur bergantung dengan Kota Banjar untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Mereka juga menjual hasil bumi ke Jawa Barat. 

Apalagi akses dari Dayeuhluhur ke Kota Banjar  cukup ditempuh sekitar 15 menit, dibandingkan ke Majenang Cilacap yang bisa memakan waktu sekitar 1 jam.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved