Berita Banyumas
"Daftar Jam 12 Malam, Kok Disalip Pendaftar Baru?" Ortu Protes Antrean Verifikasi PPDB SMP Banyumas
Orang tua siswa di Banyumas keluhkan antrean verifikasi PPDB SMP yang dinilai tidak sesuai urutan. Dindik sebut verifikasi dilakukan secara bertahap.
Penulis: daniel a | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Hari pertama tahapan unggah berkas Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kabupaten Banyumas diwarnai keluhan mengenai sistem antrean verifikasi.
Seorang orang tua siswa pada Senin (23/6/2025) mengadukan bahwa proses verifikasi yang dilakukan operator dinilai tidak sesuai dengan urutan waktu pendaftaran.
Menanggapi hal ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas meminta para orang tua untuk bersabar karena proses dilakukan secara bertahap.
Baca juga: Sistem Peringkat PPDB SMP Banyumas Eror? Data Pendaftar Tiba-tiba Berubah
Dalam aduannya, orang tua tersebut mengaku sudah berusaha mendaftarkan anaknya sedini mungkin untuk menghindari antrean panjang.
"Kami sudah daftar tengah malam tepat jam 00 (nol nol) tapi kenapa ya belum diverifikasi," tulisnya dalam laporan.
Kekecewaannya muncul ketika ia mendapati bahwa pendaftar lain yang baru mendaftar justru telah lebih dulu mendapatkan status terverifikasi.
"Sedangkan yang lain baru daftar malahan sudah diverifikasi," ungkapnya.
Kondisi ini membuatnya cemas karena ia membutuhkan kepastian sesegera mungkin.
"Bila tidak diterima kami mau cepat-cepat cari sekolah lain," tambahnya, meskipun ia yakin anaknya dapat diterima di SMPN 1 Ajibarang berdasarkan nilai dan potensinya.
Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas memberikan tanggapan atas keluhan ini.
Mereka meminta agar para orang tua dan calon siswa dapat bersabar selama proses verifikasi berlangsung.
Pihak dinas menegaskan bahwa proses verifikasi dilakukan secara berurutan sesuai waktu pendaftaran.
"Mohon bersabar nggih, karena operator akan melakukan verifikasi secara bertahap sesuai dengan urutan pendaftaran," jelas Dinas Pendidikan dalam jawaban resminya.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meskipun ada laporan pendaftar baru yang telah terverifikasi, kebijakan resmi dari panitia adalah memproses berkas sesuai urutan masuknya.
| Bertani Hidroponik, Cara Panti Asuhan Harapan Mulia Purwokerto Memandirikan Anak Yatim |
|
|---|
| Sadewo tak Ingin Banyumas Jadi Kawasan Industri, Pilih Bangun Kota Pendidikan |
|
|---|
| Pemkab Banyumas Kepincut Tawaran Pembangunan 145 SPKLU dari Investor, Bupati Sadewo: Bisa Tambah PAD |
|
|---|
| Kebanyakan Pasangan Gay, 126 Kasus HIV di Banyumas Meledak dalam 5 Bulan |
|
|---|
| Banyumas Bakal Jadi Produsen Susu, Dapat Tambahan 600 Sapi Perah Impor Lewat BBPTUHPT Baturraden |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20250623-SPMB-BANYUMAS-1.jpg)