Berita Purbalingga
Dinkes Purbalingga Tingkatkan Kewaspadaan Covid-19, Pantau Ketat Jemaah Haji
Dinkes Purbalingga terus sosialisasi waspada Covid-19 dan akan pantau kesehatan jemaah haji sekembalinya ke Purbalingga.
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA – Meskipun Kabupaten Purbalingga saat ini mencatat nihil kasus Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tidak mengendurkan kewaspadaan.
Sosialisasi dan promosi kesehatan terkait potensi peningkatan kasus Covid-19 terus digencarkan, dengan perhatian khusus kini juga diarahkan pada pencegahan penularan penyakit infeksi emerging lainnya, terutama yang berpotensi dibawa oleh para jemaah haji yang akan segera kembali ke Tanah Air.
Langkah antisipatif ini diwujudkan melalui berbagai upaya, termasuk penerbitan surat edaran kepada rumah sakit, puskesmas, dan sejumlah organisasi profesi kesehatan agar tetap siaga terhadap ancaman Covid-19.
Baca juga: Tidak Ada Kasus Covid 19 di Purbalingga, Masyarakat Sudah Aware
Lebih jauh, Dinkes Purbalingga akan mengintensifkan pemantauan kesehatan para jemaah haji sekembalinya mereka ke Purbalingga.
Adi Nugroho, dari Tim Surveilans dan Imunitas Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Purbalingga, pada Kamis (5/6/2025) hari ini, menjelaskan mekanisme pemantauan tersebut.
"Kalau nanti (jemaah haji) pulang, kita akan lakukan pemantauan. Sekecil apapun penyakitnya, seperti batuk dan pilek akan tetap kami pantau untuk dicek apakah penyakit tersebut dapat mengarah ke penyakit lainnya atau tidak," jelas Adi kepada Tribunbanyumas.com.
Pemantauan ini akan lebih ditekankan pada deteksi dini penyakit Infeksi Emerging, yaitu penyakit-penyakit menular yang berpotensi terbawa dari negara yang dikunjungi oleh para jemaah.
Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus).
"MERS-CoV ini adalah penyakit sejenis dengan Covid-19 yang biasanya ditularkan di daerah Mediterania," terang Adi.
Ia mengungkapkan bahwa penularan penyakit ini kerap dikaitkan dengan interaksi jemaah dengan unta.
"Terkadang ada jemaah yang berkunjung ke peternakan unta, melakukan interaksi dengan unta, bahkan meminum susu unta dalam keadaan mentah. Hal itu bisa memicu tertularnya penyakit ini. Karena mereka kan nggak tau unta ini kondisinya gimana, sehat atau tidak," paparnya.
Adi menambahkan bahwa temuan kasus serupa sebelumnya sudah sering dijumpai, dan para jemaah sebenarnya telah mendapatkan edukasi untuk menghindari interaksi berisiko dengan hewan tersebut.
"Seharusnya karena sudah diberikan edukasi ya harapannya tidak ada temuan kasus ya. Tapi kami tetap lakukan pemantauan intensif," ujarnya.
Selain MERS-CoV, semua jenis penyakit Infeksi Emerging lainnya juga akan menjadi objek pemantauan ketat agar tidak terjadi penyebaran yang meluas seperti yang pernah dialami pada masa pandemi Covid-19.
"Pemantauan akan dilakukan secara berkala melalui puskesmas daerah masing-masing jemaah, dan setiap gejala yang muncul akan segera ditindaklanjuti," pungkas Adi Nugroho.
| Ratusan Ribu Orang Plesir ke Purbalingga sat Nataru, Owabong Masih Favorit |
|
|---|
| Pendakian Gunung Slamet Sepi saat Tahun Baru, Ada Hikmahnya |
|
|---|
| Bakar-bakaran Malam Tahun Baru, Pasar Ikan Purbalingga Ramai Diserbu Warga |
|
|---|
| Tahun Baru 2026 Purbalingga Tanpa Kembang Api, Pemkab Terbitkan SE Kesederhanaan |
|
|---|
| Fenomena Siswa-siswa di Purbalingga Minta Direhab karena Kecanduan Narkoba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20250605-KANTOR-DINKES-PURBALINGGA.jpg)