Kamis, 11 Juni 2026

Berita Purbalingga

Kondisi Terkini Jemaah Haji Asal Purbalingga, Bersiap Armuzna

para jemaah telah diminta untuk mempersiapkan fisik yang cukup dengan istirahat, makan makanan yang bergizi

Tayang:
PEMKAB PURBALINGGA
CEK KESEHATAN: Para Petugas Haji Daerah (PHD) saat sedang melakukan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji jelang pelaksanaan Armuzna, Selasa (3/6/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Menjelang pelaksanaan ibadah haji atau yang sering disebut dengan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), para petugas pendamping telah melakukan pemetaan jemaah calon haji (calhaj) berdasarkan kemampuan fisiknya. 


Salah satu Petugas Haji Daerah (PHD), Sutrisno mengatakan bahwa, petugas kesehatan telah memitigasi para jemaah yang sehat, resiko tinggi , sakit dan masih dirawat dirumah sakit. 


Melalui pesan WhatsApp, ia mengatakan terdapat dua jemaah clhaj yang sedang dirawat di Rumah Sakit Nasional Arab Saudi, karena menderita stroke dan bronkitis. 


Kedua jemaah tersebut, menurutnya akan dilakukan safari wukuf saat pelaksanaan ibadah haji di Armuzna


Ia mengatakan, Petugas Layanan Kloter telah memitigasi yang murur dan safari wukuf sesuai dengan aturan di Arab Saudi dan menginformasikan terkait edaran penundaan tanazul di tahun ini. 


Sementara itu, terkait skema pelaksanaan Armuzna bagi jemaah calhaj Purbalingga, menurutnya akan dibagi menjadi tiga syarikah yang nantinya pendorongan akan dibagi menjadi tiga kafilah besar. 


"Pendorongan dark hotel menuju Arafah dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah (4 Juni) hingga 12 Dzulhijjah (8 Juni). Hal ini karena jadwal pemulangan kloter 1 dan 2 ke tanah air ialah pada tanggal 16 Dzulhijjah (12 Juni)," katanya dalam keterangan resmi yang diterima Tribunbanyumas.com, Selasa (3/6/2025). 


Salah satu jemaah asal Kelurahan Kedungmenjangan, Yendriyuda mengatakan, pembekalan dari para petugas menjelang Armuzna sudah sangat baik. 


Para petugas juga tampak totalitas dalam melayani para jemaah. 


Saat ini, para jemaah telah diminta untuk mempersiapkan fisik yang cukup dengan istirahat, makan makanan yang bergizi, dan tidak memaksakan diri untuk salat di Masjidil Haram, akan tetapi cukup di masjid sekitar hotel atau di hotel saja.

 

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved