Minggu, 26 April 2026

Ingin Pulang Karena Kangen Sapi, Dua Jemaah Haji Terserang Gejala Demensia

Dua jemaah haji lansia asal Jember mengalami demensia setibanya di Asrama Haji Surabaya. Salah satunya ingin pulang karena belum memberi makan sapi.

EMBARKASI SURABAYA
HAJI KENA DEMENSIA - Enjo Endin Parmo (70) jemaah haji asal Jenggawah, Jember, saat ditenangkan petugas di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SURABAYA – Dua jemaah haji lansia asal Kabupaten Jember yang tergabung dalam kloter 32 dilaporkan mengalami gejala demensia sesaat setelah tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Sabtu (10/5/2025).

Keduanya menunjukkan perilaku kebingungan dan memaksa ingin pulang ke kampung halaman masing-masing.

Salah satu jemaah bernama Achmad Sadin (90) tiba-tiba berlari keluar asrama sambil berteriak ingin kembali ke rumahnya di Kecamatan Tempurejo, Jember.

Baca juga: Niat ke Masjid Nabawi, Jamaah Haji Asal Batang Meninggal Dunia di Madinah

Sementara itu, jemaah lain bernama Enjo Endin Parmo (70) menyatakan ingin pulang ke Jenggawah karena merasa lupa memberi makan dua ekor sapi peliharaannya.

"Katanya mau cari rumput dulu buat sapi," ujar salah satu petugas asrama.

Ketua Tim Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, dr Mochamad Gesta Robi Farmawan, membenarkan adanya insiden tersebut.

"Satu jemaah sudah kami rujuk ke RS Menur, sedangkan satu lainnya masih dalam penanganan tim medis di klinik Asrama Haji," terang Gesta dalam keterangan tertulis.

Ia menyebutkan, lansia memang rentan mengalami gangguan perilaku akibat tekanan psikologis dan adaptasi lingkungan yang mendadak.

"Biasanya karena kecemasan yang tidak mampu dikendalikan, sehingga muncul keinginan kuat untuk pulang," jelasnya.

Meskipun langkah antisipasi telah dilakukan, kasus serupa masih kerap ditemukan di setiap musim haji.

Oleh karena itu, Gesta menekankan pentingnya pengawasan lebih intensif terhadap jemaah lanjut usia.

Jika diperlukan, pelaksanaan ibadah haji bisa dibadalkan untuk jemaah dengan gangguan daya ingat demi keselamatan dan kemanusiaan.

“Anaknya juga ikut berangkat haji, jadi bisa dibadalkan,” tambahnya.

Gesta berharap ke depan ada kebijakan yang lebih khusus untuk menangani jemaah dengan kondisi seperti ini.

Hingga Sabtu malam, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 30 kelompok terbang dengan total 11.381 jemaah atau sekitar 30 persen dari keseluruhan kuota 36.845 orang.

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved