Jumat, 24 April 2026

Berita Jateng

Kampus Baru di Tegal Wisuda Angkatan Pertama, Klaim 80 Persen Sudah Diterima Kerja

Acara wisuda ini menjadi momen spesial karena perdana sejak diresmikannya, pada Juli 2024.

Fajar Achmad
BERI PENGHARGAAN- Rektor Tegal Muhammadiyah University (TMU), Prof Jebul Suroso memberikan piagam penghargaan kepada wisudawan terbaik, Nur Winda Amalia di Gedung Pertemuan Hanggawana Kota Tegal, Kamis (17/4/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL- Tegal Muhammadiyah University (TMU) menggelar wisuda angkatan pertama sebanyak 90 wisudawan di Gedung Pertemuan Hanggawana, Kota Tegal, Kamis (17/4/2025).


Acara wisuda ini menjadi momen spesial karena perdana sejak diresmikannya, pada Juli 2024.


TMU dulunya dua kampus di Tegal yang merger menjadi satu, yaitu STIKes Muhammadiyah dan Politeknik Muhammadiyah. 


Dalam sambutannya, Rektor TMU, Prof Jebul Suroso mengungkapkan rasa kebangga karena lebih dari 80 persen wisudawan telah diterima kerja sebelum resmi diwisuda.


Sementara lainnya sedang menunggu panggilan kerja dari berbagai perusahaan dan instansi. 


Capaian ini menunjukkan bahwa lulusan TMU memiliki daya saing tinggi dan dipercaya oleh dunia industri serta profesi.  


"Kami sangat bersyukur bahwa lulusan TMU telah membuktikan kualitasnya dengan diterima di berbagai sektor kerja. 

Baca juga: Susunan Starting Line Up Semen Padang vs PSIS Semarang


Hal ini semakin menegaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Tegal mampu mencetak lulusan berkualitas yang siap bersaing di dunia kerja. Kami menjamin, lulusan TMU dapat bekerja sesuai bidangnya dengan peluang yang terbuka luas," ujarnya. 


Momen wisuda pertama TMU itu menjadi lebih istimewa dengan hadirnya sosok inspiratif, Nur Winda Amalia, wisudawan terbaik dari Program Studi D3 Kebidanan, yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,81. 


Perempuan asal Kabupaten Pemalang itu terlahir dan tumbuh dalam keluarga yang sangat sederhana. 


Ayahnya bekerja sebagai buruh jahit di salah satu konveksi di Petarukan, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.


"Saya masih ingat betul bagaimana ibu saya selalu bermimpi melihat anaknya lulus dan berdiri dengan kebanggaan sebagai seorang sarjana. 


Meski gelar yang saya raih saat ini masih ahli madya, setidaknya hari ini, bapak dan ibu saya bisa melihat saya berdiri di sini sebagai wisudawan terbaik, sebuah hadiah kecil dari jerih payah dan perjuangan mereka," ungkapnya. (fba)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved