Senin, 4 Mei 2026

Berita Banyumas

Roro Suhartini Kenalkan Lagu Blues Bahasa Banyumasan lewat Kamitetep

Itulah Roro Suhartini, atau yang akrab disapa Bunda Key oleh para musisi maupun seniman di Banyumas Raya.

Tayang:
ist/dok pribadi
LAGU BANYUMASAN - Roro Suhartini atau yang akrab disapa Bunda Key meluncurkan lagu dengan musik blues berbahasa Banyumasan berjudul 'Kamitetep'. Usia boleh 56 tahun, bertubuh mungil, namun aksi panggungnya tetap enerjik dan penuh semangat. 
- Transpose +

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Usia boleh 56 tahun, bertubuh mungil, namun aksi panggungnya tetap enerjik dan penuh semangat.

Itulah Roro Suhartini, atau yang akrab disapa Bunda Key oleh para musisi maupun seniman di Banyumas Raya.

Dengan kecintaannya yang mendalam pada musik blues, Bunda Key kembali mengguncang dunia musik melalui single terbarunya yang berbahasa Banyumasan, berjudul 'Kamitetep'.

Lagu ini didukung pula oleh para musisi Banyumas Raya yang telah banyak berkarya di kancah musik Nasional, seperti Ipunk Boski Overture sebagai pengisi gitar, piano dan bass sekaligus arranger, Infan Tomy pada drum sekaligus arranger, dan Em Fay selaku komposer.

Dirilis pada Sabtu (22/3/2025) di berbagai platform digital, 'Kamitetep' bukan sekadar lagu blues biasa.

Dengan lirik berbahasa 'Panginyongan' yang lugas, lagu ini menyajikan kritik sosial yang tajam terhadap para penguasa yang sering kali ingkar janji.

Tak heran jika lagu ini langsung mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

"Kamitetep itu serangga yang menempel di dinding dan bisa menyebabkan gatal."

"Saya melihatnya sebagai simbol dari mereka yang merusak keadilan dan kemanusiaan belakangan ini," ungkap Bunda Key.

Lirik lagu ini menyentil tajam fenomena pemimpin yang banyak omong tapi minim aksi.

Dengan bahasa daerah Banyumasan yang khas, Bunda Key menumpahkan keresahannya terhadap keadaan sosial-politik saat ini.

Berikut potongan lirik lagunya:

'Nèk ngomong mbok ya depikir, nèk wis janji ya aja mangkir, nèk wis njagong aja ngerongrong, apa maning ngasi nggarong.'

(Apabila berbicara, sebaiknya dipikirkan dulu. Kalau sudah berjanji, jangan ingkar. Kalau sudah duduk di kursi, jangan menekan, apalagi sampai merampok.)

Sosok Pendidik

Tak hanya musisi, Bunda Key juga dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap pendidikan.

Ia adalah pemilik dan pengelola tempat les bahasa Inggris di Banyumas, yang fokus pada pengembangan anak dan remaja.

Selain musik, hobinya adalah bersepeda, bercocok tanam, berkebun dan beternak ikan, menjadikannya pribadi yang sangat dekat dengan alam dan komunitas.

Kepada Tribunbanyumas.com, Bunda Key bercerita bahwa meskipun nenek moyangnya asli Banyumas, ia tumbuh dan besar di Bumi Parahyangan, Bandung.

Pada 1998, saat berada di puncak karier dan di tengah krisis moneter, ia memutuskan kembali ke tanah leluhurnya di Banyumas dan meniti kehidupan dengan membuka bimbingan belajar di Purwokerto.

Sejak kecil, Bunda Key sudah mengenal musik.

Bahkan, saat kelas 3 SD, ia pernah menjadi juara lomba pupuh Sunda di Bandung.

Beranjak dewasa, ia menjalani dinamika sebagai musisi, termasuk menjadi wedding singer.

Pilih Musik Blues

Awalnya, rock adalah genre musik pilihannya.

Namun, seiring waktu, ia semakin jatuh cinta pada blues karena merasa dapat mengekspresikan diri secara maksimal di dalamnya.

"Nyanyi blues itu susah, apalagi kalau harus out of tempo tapi ujungnya tetap harus pas."

"Harus jago improvisasi, dan sense of music-nya sangat dibutuhkan," ujarnya.

Blues memang bukan hal baru bagi Bunda Key.

Sejak lama, ia menaruh perhatian khusus pada genre musik yang lahir dari keresahan dan perjuangan ini.

Sebelumnya, ia telah merilis single 'Better Living' pada 2021, disusul mini album dengan judul yang sama pada 2022 yang berisi lima lagu blues berbahasa Inggris.

Tahun 2023, ia kembali menghidupkan lagu tersebut dengan versi live record.

"Bagi saya, musik adalah cara untuk berbicara tanpa harus berteriak."

'Kamitetep' adalah ekspresi cinta saya pada tanah air, meskipun saat ini tanah air kita sedang diuji oleh berbagai kezaliman," tambahnya.

Dengan gaya khasnya yang tetap lincah di panggung, 'Kamitetep' bukan hanya sekadar lagu, tetapi juga pesan perlawanan.

Dalam balutan musik blues yang enak didengar, tetapi juga menyentil dan mengajak kita berpikir lebih dalam tentang arah bangsa ini.

Lagu ini sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital, siap untuk mengguncang kesadaran sosial para pendengarnya.

Ke depan, Bunda Key masih ingin terus produktif dalam berkarya dan berekspresi di bidang musik.

Ia berharap dapat terus menghadirkan lagu-lagu yang tak hanya menghibur, tetapi juga memiliki makna yang dalam bagi masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved