Berita Purbalingga
Curhat Camat ke Wabup Purbalingga Dimas, 930 Anak Putus Sekolah di Kecamatan Bojongsari
progam ini juga penting dalam memastikan para ibu hamil dan balita mendapatkan asupan gizi yang cukup
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA— Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan progam makan bergizi gratis atau MBG yang digagas oleh pemerintah pusat. Menurutnya progam ini merupakan salah satu peranan penting untuk menurunkan angka stunting yang masih menjadi masalah di daerah.
Pada dialog bersama warga usai melaksanakan Tarawih Keliling di Masjid At Taqwa, Desa Metenggeng pada Kamis (13/3/2025) , Dimas Prasetyahani menyampaikan progam MBG ini bukan hanya bertujuan memberikan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah dari jenjang TK/Paud hingga SMA.
Tetapi progam ini juga penting dalam memastikan para ibu hamil dan balita mendapatkan asupan gizi yang cukup sehingga bisa mencegah terjadinya stunting pada anak yang dilahirkan.
"Kita wajib berprasangka baik terhadap program unggulan pemerintah pusat, yakni makan bergizi gratis (MBG). Program ini tidak hanya memberikan makanan kepada anak-anak kita, tetapi juga menjadi langkah konkret untuk memastikan ibu hamil dan balita mendapatkan nutrisi yang tepat," ujar Dimas pada keterangan resmi yang diterima Tribunbanyumas.com pada Jumat (14/3/2025).
Selanjutnya, Dimas menyebut meski program MBG ini baru berjalan selama kurang dari satu bulan di Purbalingga, progam ini telah memberikan dampak positif yang cukup besar. Terutama dalam mendukung perekonomian masyarakat. Dirinya menyampaikan progam ini dapat memberikan manfaat ekonomi dengan mendukung sektor pertanian lokal, terutama dalam penyerapan hasil panen para petani.
"Progam MBG ini akan secara langsung mendukung petani lokal, terutama dari sektor pertanian yang merupakan unggulan di Purbalingga. Misalnya, hasil sayur mayur dari Serang dapat memenuhi kebutuhan bahan makanan sehat bagi program MBG ini," tambahnya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca di Kabupaten Purbalingga Hari Ini, Jumat 14 Maret 2025
Lebih lanjut, Camat Bojongsari Tri Wahyu Dini Susanti menyampaikan selain persoalan angka stunting yang masih cukup tinggi , Bojongsari juga memiliki sejumlah pekerjaan rumah atau PR. Diantaranya angka putus sekolah yang tercatat sebanyak 930 anak tidak sekolah dan putus sekolah.
"Khusus di Metenggeng, warga minta dibantu pengembangan Masjid At Taqwa dan meminta bantuan telapak beton untuk pelaku UMKM yang berada di sekitar lapangan dan balai desa," ujarnya.
Menjawab permintaan dari warga Metenggeng, Wakil Bupati Purbalingga pun langsung menyerahkan bantuan sosial berupa satu unit genset untuk Masjid At Taqwa serta beberapa bantuan bagi warga setempat seperti alat bantu disabilitas, tongkat tuna netra, Walker, paket makanan tambahan atau PMT untuk balita dengan masalah gizi, paket sembako, dan penyerahan secara simbolis bantuan rumah tidak layak huni pada warga Metenggeng.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.