Rabu, 6 Mei 2026

Berita Jateng

6,4 Juta Wisatawan Diprediksi Banjiri Objek Wisata di Jawa Tengah

sekitar 68 persen atau 6,4 juta orang diprediksi memadati berbagai objek wisata di Jateng.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: khoirul muzaki
Budi Susanto/Tribun Jateng
Beberapa wisatawan menikmati wisata off-road dengan mobil 4x4, rute yang diambil dari Banjarnegara kawasan Dieng menuju Kabupaten Batang melintasi Tol Khayangan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - 9,4 Juta orang diprediksi masuk ke Jateng di masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru)

Hal tersebut juga sempat disampaikan Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana beberapa waktu lalu.

Dari jutaan orang tersebut, sekitar 68 persen atau 6,4 juta orang diprediksi memadati berbagai objek wisata di Jateng.

Bahkan menurut Kepala Disporapar Jateng, Agung Hariyadi peningkatan jumlah wisatawan sudah mulai terjadi sejak awal pekan kedua Desember 2024.

Ia menyebutkan hngga 11 Desember 2024, jumlah wisatawan yang telah mengunjungi Jateng mencapai 46,4 jua orang lebih.

"Angka tersebut terdiri dari 45,9 juta wisatawan nusantara dan 498 ribu lebih wisatawan mancanegara," katanya, Rabu (24/12/2024).

Baca juga: Mahasiswa Asal Banjarnegara yang Hilang Ditemukan Meninggal di Sungai Serayu

Untuk menyambut wisatawan yang datang akan membanjiri berbagai objek wisata di Jateng, Agung mengatakan telah menggelar koordinasi.

Koordinasi tersebut melibatkan 35 kabupaten kota di Jateng guna memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Selain itu, imbauan juga diberikan kepada pengelola wisata, termasuk penyediaan tempat istirahat bagi kru transportasi wisata dan area parkir khusus.

"Parkir tidak boleh dilakukan di jalanan. Pengelola harus menyediakan tempat parkir sendiri atau bekerja sama dengan penduduk setempat. Kami juga menekankan antisipasi terhadap gangguan keamanan seperti parkir liar dan premanisme melalui kerja sama dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan penegak hukum," jelas Agung.

Dipaparkannya, monitoring ketat juga dilakukan di destinasi wisata berisiko tinggi, seperti wahana air dan wisata pegunungan, terutama terkait potensi cuaca ekstrem. 

Baca juga: Mobil Terjun Jurang di Sempor Kebumen, Sopir Diduga Ngantuk

Agung menyarankan wisatawan untuk selalu memantau prakiraan cuaca agar perjalanan lebih aman dan nyaman.

BPBD ditambahkan Agung turur dilibatkan untuk memitigasi risiko bencana. 

"Setiap destinasi wisata kami imbau menerapkan Sapta Pesona, menyediakan alat keselamatan, dan memastikan standar keamanan wahana permainan melalui sertifikasi yang melibatkan Polri," imbuhnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved