Berita Banjarnegara
Bukti Landscape Dieng Sudah Terkenal Sejak Abad ke 7, Disebut Potongan Nirwana oleh Orang India
Saujana atau lanskap Banjarnegara sudah terkenal di India sejak abad ke 7. Dieng bahkan dianggap orang-orang India sebagai potongan nirwana
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA- Saujana atau lanskap Banjarnegara sudah terkenal di India sejak abad ke 7.
Dieng bahkan dianggap orang-orang India sebagai potongan nirwana atau surga. Untuk mencapai kejayaan pariwisata menuju tahun 2045, maka dibutuhkan masyarakat yang menjaga saujana dan alam Banjarnegara.
Hal itu diungkapkan oleh dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang Jamilah dalam diskusi Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Ripparda), Rabu (4/12/2024) di Banjarnegara.
"Pariwisata Banjarnegara harus memperhatikan tren perubahan pasar, sarana dan prasarana serta pemasaran pariwisata. Dieng harus dilekatkan dengan Banjarnegara. Pariwisata inilah yang akan mengangkat derajat masa depan jika dikelola sustainable," jelas Jamilah.
Baca juga: Jadi Pusat Penelitian Geologi Dunia, Kebumen Tuan Rumah Komite Nasional Geopark Indonesia
Ia menambahkan bahwa Banjarnegara dicari karena dinginnya dan saujana alamnya.
"Pelaku wisata dan masyarakat harus care, sadar secara komunal, terus berinovasi dan tidak eksploitatif. Kembangkan pariwisata lain selain Dieng," tambahnya.
Kegiatan diskusi digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Banjarnegara, menghadirkan puluhan pemangku kepentingan di bidang pariwisata, dan terbagi dalam empat kelompok diskusi yang meliputi: industri, destinasi, pemasaran dan kelembagaan pariwisata.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Riatmojo Ponco Nugroho dalam sambutannya mengungkapkan Ripparda yang dibahas nantinya menjadi arah yang menentukan untuk dunia pariwisata 20 tahun mendatang.
Baca juga: Wajah Baru Stadion GBK Jepara, Bakal Dikunjungi FIFA
"Pariwisata adalah hal yang sangat penting. Multiplayer efeknya jelas. Saat ini saja kontribusi pariwisata Dieng sekitar 30 milyar. Tahun mendatang kita akan mendorong pengembangan wisata ke zona 2 Dieng.
Memang saat ini kendala utama masih akses, nanti akan kita coba formulasikan untuk jalur utara melalui Pekalongan. Mungkin perlu kita bangun rest area.
Bahkan yang terdekat akan kita kembangkan Rumah Sakit tipe D di Wanayasa, salah satunya untuk menopang fasilitas kawasan atas," jelas Ponco.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.