Berita Jateng

Sering Kecelakaan dan Makan Banyak Korban, Mengapa Tidak Ada Jalur Penyelamat di Silayur Semarang?

Warga Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang berharap ada pembuatan jalur penyelamat untuk mengantisipasi kejadian kecelakaan

Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
Iwan Arifianto/Tribun Jateng
Pengguna jalan melintas di turunan Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (22/11/2024). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG -Warga Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang berharap ada pembuatan jalur penyelamat untuk mengantisipasi kejadian kecelakaan di jalur tersebut.

Mereka mengaku sudah jengah adanya insiden kecelakaan yang berulang kali yang terjadi di turunan Silayur.

Warga di turunan Silayur, Tomo mengatakan, jalur Silayur sering terjadi kecelakaan terutama kejadian truk rem blong. 

"Di sini sering terjadi kecelakaan sehingga disebut sebagai jalur tengkorak," katanya, Jumat (22/11/2024). 

Melihat seringnya kecelakaan, dia ingin jalur Silayur dibuat jalur penyelamat. "Saya minta ke Walikota dan Gubernur di jalur Silayur setidaknya ada jalur penyelamat supaya masyarakat bisa tenang," katanya.


Selain itu, polisi dan Dinas Perhubungan agar tegas menindak truk yang melanggar aturan jam melintas. "Aturan dari Pemkot jelas truk tak boleh melintas pada jam sibuk tetapi banyak yang melanggar tanpa ada tindakan tegas dari kepolisian," jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan Rian, penjual di sekitar jalur Silayur. 

Dia yang sudah berjualan di tempat itu sejak tahun 2016  sehingga tahu persis beberapa kejadian kecelakaan maut yang pernah terjadi.

Baca juga: Pabrik Sepeda Pacific Terboyo Semarang Terbakar, Tempat Perakitan dan Gudang Penyimpanan Ludes

Oleh karena itu, dia ingin aturan pelarangan jam melintas dipertegas. 

"Harusnya setiap pagi ada truk yang melanggar ditilang," bebernya.

Persoalan yang lebih penting lainnya adalah pembuatan jalur penyelamat. 

Rian mengatakan, jalur penyelamat penting untuk alternatif sopir ketika alami rem blong. Soal lahan, beberapa lokasi bisa menjadi alternatif.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi mengatakan, penanganan arus lalu lintas bagi kendaraan berat di jalur silayur membutuhkan kerjasama lintas sektoral karena berkaitan dengan pergerakan ekonomi.

"Kami menyarankan truk melintas malam tapi sore masih saja ada yang lewat jadi perlu kerjasama semua pihak dari  industri dan ekspedisi supaya taat aturan," terangnya. (Iwn)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved