Minggu, 17 Mei 2026

Berita Jateng

Duka Dua Desa di Blora Diamuk Puting Beliung, 4 Rumah Roboh

angin puting beliung yang terjadi pada 9 November 2024 menyebabkan sejumlah rumah roboh dan rusak di wilayah Cepu dan Kedungtuban. 

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
Istimewa
Suasana saat proses penyerahan bantuan kepada korban yang rumahnya rusak akibat angin puting beliung 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA- Sejumlah korban bencana angin puting beliung di Desa Mernung, Kecamatan Cepu dan  Desa Kalen, Kedungtuban, menerima sejumlah bantuan dari Pemkab, Baznas Blora dan Kemensos, Rabu (13/11/2024). 


Masing-masing  berupa paket sembako dan sejumlah perlengkapan kebutuhan sehari-hari, termasuk santunan uang tunai.


Bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada para korban oleh Plt Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati.


"Kita hadir bersama dengan Forkopimda, Dinsos P3A dan Baznas Blora hari ini ingin memberikan bantuan, semoga bisa sedikit meringankan beban yang dialami bapak ibu," kata Tri Yuli, dalam rilis tertulis yang diterima Tribunjateng, Kamis (14/11/2024).


Untuk diketahui kejadian angin puting beliung yang terjadi pada 9 November 2024 menyebabkan sejumlah rumah roboh dan rusak di wilayah Cepu dan Kedungtuban. 

Baca juga: Buntut Kebakaran Bus Trans Semarang, DPRD Minta Operator Disanksi dan Seluruh Koridor Dievaluasi


Untuk wilayah Desa Mernung, Kecamatan Cepu, sebanyak 4 rumah warga roboh yakni milik Tasrip, Puliyo, Mulikah, dan Sarko, sedangkan 11 rumah lainnya mengalami rusak-rusak.


Lalu untuk Desa Kalen, Kecamatan Kedungtuban, sebanyak 1 rumah roboh yakni milik Sukardi, dan 2 rumah lainnya mengalami rusak berat.


Dihadapan para warga, Plt Bupati menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa sejumlah warganya beberapa waktu lalu.


"Kami ikut prihatin atas musibah yang menimpa bapak ibu, saya mendoakan semoga bapak ibu selalu dalam lindungan Allah SWT, dan panjenengan selalu sehat walafiat," tuturnya.


Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan saat ini sudah musim penghujan, sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaan segenap pihak, untuk mengantisipasi potensi terjadinya kebencanaan.

Baca juga: Alasan Mendikdasmen Ingin Matematika Diajarkan sejak TK, Latih Motorik untuk Mencapai Logika


''Tentunya kita tidak berharap untuk terjadi bencana. Tetapi ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan terutama di musim penghujan," terangnya.


Salah satu korban bencana, Wiji, warga Desa Mernung, menyampaikan rasa terima kasih  atas diberikannya bantuan tersebut.


Dia menuturkan, musibah tersebut membuat rumahnya rusak berat.  Sebelum kejadian ia berhasil menyelamatkan diri dengan keluar rumah, sebelum angin kencang disertai hujan membuat atap rumahnya runtuh.(Iqs)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved