Berita Banyumas
3300 Pasien Stroke Tercatat di Sejumlah Rumah Sakit di Banyumas, Unsoed Latih Keluarga Pasien
Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan melalui pelatihan dengan peserta adalah kader posyandu lansia dan keluarga pasien
TRIBUNBANYUMAS.COM, Stroke termasuk dalam Cerebrovaskuler Disease (CVD) yang merupakan sekelompok penyakit yang menyebabkan sepertiga kematian global.
Adapun prevalensi (besarnya kasus) stroke di Indonesia juga meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2013 prevalensi stroke sebesar 7 per seribu penduduk dari populasi, sedangkan pada Riskesdas tahun 2018 prevalensi stroke meningkat menjadi 10,9 per seribu penduduk dari populasi.
Demikian disampaikan dosen Fakultas ilmu-ilmu Kesehatan (FIKes) Unsoed Dr.Arif Setyo Upoyo,S.Kp., Ners, MKep.
Kejadian kasus stroke di Kabupaten Banyumas menurut Arif sapaan akrabnya, tergolong tinggi.
Berdasarkan data profil kesehatan Kabupaten Banyumas tahun 2018, kunjungan pasien stroke ke fasilitas kesehatan berjumlah 3.300.
Baca juga: Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar, BNNK Purbalingga Gandeng Sejumlah Sekolah
Dari jumlah tersebut diketahui bahwa kunjungan ke Rumah Sakit di Kabupaten Banyumas yang meliputi RS. Prof.Dr.Margono Soekarjo, Purwokerto, RSUD Banyumas, dan RSUD Ajibarang serta rumah sakit di sekitarnya dengan kasus stroke berjumlah 1.569 pasien.
Sedangkan sisanya berkunjung ke Puskesmas di wilayah Kabupaten Banyumas.
Permasalahan yang masih dihadapi pasien pasca stroke setelah dirawat di rumah sakit yaitu kelemahan salah satu sisi tubuh (hemiparesis), gangguan bicara/pelo/kurang jelas (disartria), kesulitan menelan (disfagia), dan gangguan psikologis seperti depresi pasca stroke serta risiko serangan berulang (reccurent stroke).
Arif menjelaskan bahwa untuk mengatasi masalah tersebut Universitas Jenderal Soediman (Unsoed) menyelenggarakan Pengabdian Masyarakat (PKM) dengan judul Pemberdayaan Kader Posyandu Lansia untuk meningkatkan kemandirian keluarga dalam perawatan pasca stroke.
Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan melalui pelatihan dengan peserta adalah kader posyandu lansia dan keluarga yang merawat anggota keluarga paska stroke yang berjumlah 19 orang di wilayah RW 1 Mersi, Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, ujar Arif.
Hasil yang didapatkan pengetahuan peserta tentang deteksi dini, manajemen psikologis, dan perawatan pasca stroke peserta 100 persen meningkat.
Baca juga: Innalillahi Jasad Perempuan Ditemukan di Tepi Sungai Serayu Kalibagor Banyumas
Kemudian keterampilan tentang deteksi dini stroke, latihan ROM/Range of Motion / Latihan Ruang Gerak Sendi, latihan menelan, dan terapi wicara 89,47% peserta meningkat.
"Dari hasil tersebut, Tim PKM Unsoed berharap kader dan keluarga pasien pasca stroke dapat merawat pasien pasca stroke, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien pasca stroke dan mencegah komplikasi lebih lanjut," kata Arif yang juga dosen ahli Perawatan Hipertensi dan Stroke dari FIKes Unsoed.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Perawatan-stroke-unsoed.jpg)