Minggu, 26 April 2026

Persibas Banyumas

Persibas Ditawarkan ke Bali United, Pemkab Banyumas Tak Punya Duit!

Menurutnya, tim yang berjuluk Laskar Bawor tidak dijual seperti informasi yang tersebar.

net
Persibas Banyumas dikabarkan dijual. Ketua Umum menuturkan bahwa Persibas mencari investor untuk mengarungi Liga 3. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Ketua Umum Persibas Banyumas, Sutarno sempat melobi ke Bali United untuk menjual tim kebanggaan warga Kota Satria yang berlaga di Liga 3.

Bali United dinilai memiliki dana cukup besar untuk mengelola tim sepak bola.

Menurutnya, tim yang berjuluk Laskar Bawor tidak dijual seperti informasi yang tersebar.

Baca juga: Selamat Datang PSCS Cilacap di Liga 3, Derby Ngapak Bakal Ketemu Persibas, Persibangga, Persibara

Hanya saja, kata dia, pihaknya hanya mencari investor untuk mengarungi kompetisi Liga 3 musim ini. 

"Yang menjual siapa?"

"Ada yang tanya, Persibas tidak dijual, itu tidak benar."

"Jadi yang benar, nanti ada investor yang mau mendanai Persibas, Investor dari Jakarta, kemarin mau survei tetapi belum jadi," katanya, Rabu (21/8/2024).

Baca juga: Nasib! Persibas Banyumas Resmi Didiskualifikasi dari Liga 3 Musim 2023 Buntut Kerusuhan Suporter

Ia menegaskan, nantinya ada investor yang datang, homebase Persibas ataupun nama Persibas itu sendiri tidak akan diganti.

"Jadi nanti paling mengurus kaya jadi manager, presiden Persibas atau apa itu, kalau ada yang mau gitu kan kita welcome-welcome saja, toh nanti namanya tetap bawa Banyumas, Persibas."

"Dijual itu tidak bisa, jadi nanti ada orang yang mau, basenya tetep di Purwokerto, ini juga baru mau disurvei," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com.

"Itu kalau mau maksud saya menjadi Direktur Persibas."

"Jadi nanti yang mengelola, yang membiayai, mendanai itu semua."

"Kenapa?"

"Karena anggaran sepak bola itu miliaran, sedangkan pemerintah daerah informasinya tidak ada anggaran," terangnya.

Baca juga: Imbas Ricuh, Persibas Dihukum Tanpa Penonton di Liga 3 Jateng Musim Depan

Pemkab Tak Ada Anggaran

Menurutnya, apabila tidak ada anggaran maka sepak bola bisa mati.

Ia menjelaskan kebutuhan satu putaran itu tahun 2023 Persibas membutuhkan anggaran sekitar Rp700 juta. 

Hal tersebut digunakan untuk mulai akomodasi pertandingan, gaji pelatih, pemain hingga orang yang terlibat dalam Persibas.

Ia menjelaskan sekarang walaupun liga tiga, yang diikuti Persibas ataupun manapun pemainnya tetap ada honor, transport atau gaji.

"Rata-rata pemain sederhana atau kelas bawah saja rata-rata Rp3 juta."

"Kalau pemainnya 25 itu sudah Rp75 juta, pelatihnya minimal sekarang itu tidak mau Rp10 juta, apalagi pelatihnya harus berlisensi B."

"Banyumas tidak punya, lisensi B tidak mau Rp10 juta paling tidak Rp15-20 juta," jelasnya. 

Apabila nanti ada investor yang datang, menurut Sutarno ada skema yang bakal dijalani, mereka bakal melakukan kontrak MoU. 

Otomatis setelah ada perjanjian baik manager, pelatih, hingga pemain dari pihak investor lah yang bakal mengurus. 

"Ketua tetap saya, latihan tetap di GOR Satria, hanya pengelolaannya, kemarin kan saya nanti saya serahkan kalau ada yang mau."

"Kalau punya dana hanya Rp1 miliar ya paling satu putaran," imbuhnya. (*)

Baca juga: Dikabarkan Persibas Banyumas Dijual Lantaran Biaya Tinggi, Begini Jawaban Manajemen

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved