Olimpiade 2024 Paris

Lifter Rizki Juniansyah, 3 Hari Operasi Usus Buntu Berangkat Kualifikasi Olimpiade Paris 2024

Perjuangan Rizki Juniansyah harus diapresiasi, bahkan demi tiket ke Olimpiade Paris 2024, ia harus 'berdarah-darah'.

IG
Atlet angkat besi atau lifter Indonesia, Rizki Juniansyah meraih emas di Olimpiade 2024 Paris. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Atlet angkat besi atau lifter Rizki Juniansyah berhasil meraih medali emas di cabang olahraga angkat berat atau weightlifter Olimpiade Paris 2024. Ini merupakan emas kedua untuk Indonesia.

Perjuangan Rizki Juniansyah harus diapresiasi, bahkan demi tiket ke Olimpiade Paris 2024, ia harus 'berdarah-darah' karena baru saja menyelesaikan operasi usus buntu.

Dalam sesi tanya jawab di Recover Podcast, Rizki bercerita bahwa ia harus mengikuti grandprix yang juga kualifikasi Olimpiade setelah tiga hari operasi.

Baca juga: Kenakan Sepatu Nyleneh, Rizki Juniansyah Raih Emas Kedua Indonesia di Olimpiade

"Untuk kualifikasi Olimpiade, 3 hari setelah operasi saya harus jalan ke sana."

"Masih basah (jahitan bekas operasi) dan berdarah-darah," ucap Rizki yang juga penyuka dunia otomotif ini.

Atlet angkat besi atau angkat berat (weighlifter), Rizki Juniansyah berhasil mempersembahkan emas kedua untuk Indonesia di Olimpiade Paris 2024.

Rizki berhasil merampungkan total angkatan 354 kilogram saat bertanding di South Paris Arena 6 pada Jumat (9/8/2024) dini hari waktu Indonesia.

Baca juga: Perenang Britania Raya Keluhkan Olimpiade 2024 Paris, Temukan Cacing di Makanan Atlet

Pada laga pamungkas, atlet yang juga penyuka otomotif ini mengenakan sepatu nyleneh berbeda warna, yakni ungu dan oranye.

Padahal, atlet lain mengenakan sepatu dengan warga seragam, semisal hitam atau putih.

Atlet 21 tahun ini pada angkatan snatch memulai dengan 155 kilogram.

Namun, dia gagal pada upaya pertama.

Pada paya kedua, Rizki tampil percaya diri setelah melakukan angkatan 155 kilogram.

Ia kemudain mencoba angkatan 162 kilogram pada upaya ketiga.

Rizki berupaya melampui rekor angkatan atlet China, Shi Zhiyong dengan 161 kilogram pada upaya pertamanya.

Baca juga: Gagal Bawa Pulang Medali Olimpiade 2024, Tunggal Putra Jonatan Christie Tumbang di Penyisihan Grup

Namun sayang, upayanya tidak berjalan mulus.

Sehingga, dia hanya mencatat angkatan snacth 155 kilogram.

Shi Zhiyong sempat berupaya membukukan rekor dengan mengangkat 168 kilogram pada upaya ketiga.

Namun, ia gagal sehingga dia harus puas dengan catatan angkatan 165 kilogram.

Jadi, Rizki berada di urutan kedua dengan 155 kilogram, selisih 10 kilogram dari Shi Zhiyong yang berada di urutan pertama dengan angkatan 165 kilogram.

Pada clean & jerk, Rizki memulai dengan 191 kilogram.

Dia lalu berhasil melakukan angkatan 191 kilogram.

Baca juga: Gara-gara Pemain Jerman, Kemenangan Fajar/Rian di Penyisihan Grup C Olimpiade 2024 Hangus

Pesaing Rizki, Shi Zhiyong gagal melakukan angkatan pada percobaan pertama, kedua, dan ketiga.

Kegagalan Shi sempat disambut atlet Bulgaria, Andreev Bozhidar Dimitrov di urutan kedua dengan 344 poin atau tertinggal dua angka dari Rizki di urutan pertama.

Andreev ahkirnya berhasil meraih medali perunggu.

Rizki meraih medali emas karena melakukan angkatan 199 kilogram pada upaya kedua.

Ia pun mencatatkan rekor olimpiade.

Rizki tampak menangis bahagia telah menyumbangkan emas kedua bagi Indonesia.

Sebelumnya, emas pertama diraih atlet panjat tebing, Veddriq Leonardo. (*)

Baca juga: Satu-satunya Medali Bulutangkis di Olimpiade 2024 Paris Didapat Tanpa Tanding, PBSI Diminta Berbenah

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved