Berita Purbalingga
Kasus Pembacokan Purbalingga dan Sulitnya Saudara Ipar Hidup Harmonis Serumah
Kasatreskrim Polres Purbalingga, AKP Aris Setiyanto menuturkan, korban mengalami luka di kepala bagian pelipis kiri, punggung, perut, dan dada.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Kasus pembacokan di Mrebet, Purbalingga melibatkan saudara ipar. Pelaku NS (29) membabi buta bacok saudara iparnya, Misro (33).
Korban meninggal dunia di lokasi kejadian usai mengalami sejumlah luka senjata tajam.
Kasatreskrim Polres Purbalingga, AKP Aris Setiyanto menuturkan, korban mengalami luka di kepala bagian pelipis kiri, punggung, perut, dan dada.
Baca juga: Terungkap Motif Pembacokan Saudara Ipar di Mrebet Purbalingga
Pelaku merupakan pedagang bakso keliling.
Sedangkan korban adalah karyawan swasta.
Hubungan antara korban dan pelaku adalah saudara ipar atau sesama menantu.
Istri mereka merupakan saudara kandung.
Baca juga: KRONOLOGI Pembacokan di Mrebet Purbalingga, Berawal Anak Nangis
Keduanya warga Desa Cipaku RT 3 RW 10 Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga yang tinggal satu rumah dan hanya dipisahkan sekat.
Meskipun saudara dan tinggal serumah, nyatanya hubungan mereka tidak harmonis.
Ada sejumlah masalah dan memicu konflik sebelumnya.
"Saya panik jadi menyerang.
Misro (korban) memang sering mancing emosi," ujar pelaku NS kepada Tribunbanyumas.com saat konferensi pers di Mapolres Purbalingga, Kamis (16/5/2024).
Hubungan keduanya memang sebelumnya kurang baik.
Satu di antaranya penyebabnya yakni korban sering mengajak mantan suami dari istri pelaku bermain di rumah.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pembacokan Mrebet Purbalingga, Pelaku dan Korban Kakak Adik Ipar
"Jengekelnya waktu istri saya dipukuli.
Sebagai suami saya tidak terima saya sebagai suami tidak pernah pukul, masa dia mukul istri saya," ungkapnya.
Kronologi Kejadian
Pelaku NS (29) mengaku tidak terima lantaran istrinya dipukul oleh korban.
Kasatreskrim Polres Purbalingga, AKP Aris Setiyanto mengatakan, kejadian dilatarbelakangi ketika usai Dhuhur anak pelaku sedang menangis.
Korban datang mengingatkan supaya jangan nangis karena anak dari korban juga sedang sakit.
"Istri pelaku dimarahi korban kemudian korban berusaha memukulnya namun dihalau," ucap Aris.
Istri pelaku lalu melakukan pemukulan lagi mengenai bagian kepala.
Selanjutnya istri pelaku keluar rumah lalu menghubungi suaminya NS yang saat itu sedang berjualan.
Pelaku merupakan pedagang dan jualan bakso keliling.
Mendapati keluhan istrinya itu sekira pukul 13.00 WIB pelaku pulang ke rumah mengambil golok dan mendatangi korban.
Saat pelaku sampai rumah, dia melihat banyak warga yang mengerubungi istrinya yang dianggapnya istrinya itu mengalami luka yang parah.
Tanpa berpikir panjang pelaku langsung mendatangi korban dengan membawa golok yang awalnya sebagai sebuah bentuk ancaman.
Korban mengalami luka senjata tajam di bagian pelipis kiri, punggung, perut, dan dada.
Atas perbuatannya pelaku dikenakan dengan Pasalnya 338 KUHP subsider 351 ayat 3 dengan ancamam 15 tahun penjara atas penganiayaan yang mengakibatkan kematian. (*)
Baca juga: Horor Malam-malam Pasutri di Purbalingga Dengar Suara Tangisan di Belakang Rumah
| Warga Aceh Ditangkap saat Jual Obat Keras di Wirasana Purbalingga, Dapat Upah Rp200 Ribu Per Hari |
|
|---|
| Timbun Pertalite dari SPBU di Purbalingga, Warga Banjarnegara Dapat Untung Rp2 Ribu Per Liter |
|
|---|
| Warga Kaligondang Purbalingga Oplos Elpiji Subsidi, Untung Rp10 Juta Per Bulan |
|
|---|
| Tersedak Jelly, Balita di Rembang Purbalingga Meninggal |
|
|---|
| 184 Desa di Purbalingga Ikuti Pilkades Serentak Tahun 2026 Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/tersangka-kasus-pembacokan-di-mrebet-purbalingga-saat-konferensi-pers.jpg)