Kamis, 23 April 2026

Berita Jateng

Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Melambat, Ini Penyebabnya

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah Dadang Hardiwan menyebutkan, pertumbuhan ini mengalami perlambatan dibandingkan Triwulan II

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: khoirul muzaki
Ist
Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Dadang Hardiwan memaparkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah secara virtual, Senin (6/11/2023) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG -Ekonomi Jawa Tengah pada triwulan III-2023 terhadap triwulan II-2023 (q-to-q) tumbuh sebesar 1,03 persen.


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah Dadang Hardiwan menyebutkan, pertumbuhan ini mengalami perlambatan dibandingkan Triwulan II-2023 yang tumbuh sebesar 1,62 persen. Begitu pula bila dibandingkan dengan Triwulan III-2022 yang mencatatkan pertumbuhan 1,34 persen.


"Secara tahunan (yoy), ekonomi Jawa Tengah Triwulan III-2023 tumbuh sebesar 4,92 persen. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan Triwulan II-2022 yang tumbuh sebesar 5,24 persen (y-on-y) dan Triwulan III 2022 yang mencapai 5,27 persen.


Secara kumulatif (c-to-c), pertumbuhan ekonomi Jateng Triwulan III-2023 tercatat 5,07 persen. Ini juga lebih rendah dibandingkan triwulan II-2023 yang mencapai 5,14 persen dan Triwulan III-2022 yang sebesar 5,34 persen," kata Dadang saat rilis data secara virtual, Senin (6/11/2023).

Baca juga: Yang Diinjak Ternyata Selokan, Ibu dan Anak di Boyolali Hanyut saat Menyeberang Genangan Jalan


Dijelaskan, lambatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan III-2023 baik secara kumulatif maupun tahunan, karena masih ada perlambatan ekonomi global yang cukup berpengaruh terhadap perdagangan internasional.


Perekonomian Jawa Tengah pada Triwulan III tahun 2023 berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp428.615,38 miliar dan atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp277.865,85 miliar.


Secara q-to-q, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dari sisi produksi didorong oleh sebagian besar lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Konstruksi yang tumbuh sebesar 9,51 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen yang mengalami kenaikan paling tinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa (termasuk Ekspor Antar Daerah) sebesar 3,92 persen.

Baca juga: Pemain dari Berbagai Negara Peserta FIFA World Cup Tiba di Solo, Minta Fasilitas Ini di Bandara


Secara y-o-y, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Informasi dan Komunikasi yaitu sebesar 12,60 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, kenaikan tertinggi dicatat oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non- Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yaitu sebesar 7,14 persen.


Sementara secara c-to-c, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yaitu sebesar 11,98 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, kinerja ekonomi Jawa Tengah yang mengalami kenaikan tertinggi dicatat oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yaitu sebesar 6,37 persen.


Secara struktur, lapangan usaha Industri Pengolahan mendominasi struktur ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan III-2023 dengan kontribusi sebesar 33,74 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) dengan kontribusi sebesar 60,80 persen. (idy)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved