Sabtu, 18 April 2026

Berita Magelang

Motor Dibakar dan Kaca Rumah Pecah akibat Bentrok Massa di Muntilan Magelang, Begini Kronologinya

Bentrok massa terjadi di Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (15/10/2023) sore hingga malam.

Editor: rika irawati
TRIBUN JOGJA/TAUFIQ SYARIFUDIN
Aparat gabungan berjaga di lokasi bentrok dua kubu di Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (15/10/2023) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MAGELANG - Bentrok massa terjadi di Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (15/10/2023) sore hingga malam.

Kejadian itu mengakibatkan 11 motor rusak terbakar.

Rumah warga dan bantunan milik panti asuhan juga rusak karena amukan massa.

Bahkan, arus lalu lintas dari Yogya ke arah Magelang lumpuh, begitu pula sebaliknya.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, begitu pula laporan terkait korban yang dibawa ke rumah sakit.

"Korban jiwa tidak ada. Korban luka belum ada laporan. Sementara ini, juga belum ada laporan yang sampai dibawa ke Rumah Sakit," kata Kapolresta Magelang Kombes Ruruh Wicaksono saat ditemui di lokasi kejadi, Minggu (15/10/2023) malam.

Kronologi versi Polisi

Ruruh menceritakan kericuhan itu awalnya terjadi lantaran satu kelompok mengadakan kegiatan di Lapangan Soepardi di Sawitan Magelang.

Sekitar pukul 15.00 WIB, kegiatan selesai dan massa pulang lewat jalan provinsi menuju arah Yogyakarta.

Saat perjalanan pulang, satu kelompok bersinggungan dengan kelompok yang lain.

Dari sana, salah paham terjadi dan timbul gesekan.

Baca juga: Truk Tabrak Truk di Mungkid Magelang, Tim SAR Berhasil Evakuasi Sopir Terjepit Bodi

Ruruh menyebut, gesekan mulainya terjadi di Jalan Batikan, Mungkid, Magelang.

Insiden itu terjadi diduga lantaran adanya sekelompok massa yang tersinggung.

Hingga akhirnya, terjadi bentrok di simpang tiga tape ketan Muntilan.

"Kami coba memediasi, tadi bersama saya, pak Bupati Magelang, pak Dandim, dua pihak yang berselisihan, tadi. Ini perlu dilakukan supaya masyarakat tidak terganggu," ungkap Kapolresta Magelang.

Diperkirakan insiden di Muntilan itu baru reda sekitar pukul 18.30 WIB.

Tim gabungan TNI/Polri hingga pemadam kebakaran yang turun berhasil meredakan amukan massa yang bertikai.

Setelah reda, aparat gabungan melakukan penjagaan di lokasi hingga keadaan aman.

"Mereka yang akan pulang ini akan kami pastikan tidak ada masalah. Kami juga akan mengawal massa tersebut yang berjumlah sekitar 100an."

"Dari sejumlah massa itu, ada yang dari Salam, Muntilan, dan Yogyakarta," kata Ruruh.

"Kami juga pastikan, di sini, dari tim gabungan, masih bersiaga.

"Ada dari Brimob, dari kodim, dari personel Samapta Polres terdekat Kota Magelang, hingga Purworejo," sambungnya.

Baca juga: Pura-pura Salat Lalu Bobol Kotak Amal di Musala Magelang, Pemuda Ini Tertangkap Basah Warga

Dalam bentrokan tersebut, massa yang mengamuk merusak sejumlah motor bahkan membakarnya.

Dari data yang dihimpun, ada sekitar 11 motor yang mengalami kerusakan.

"Untuk lebih lanjut, kami masih inventarisasi," kata Ruruh.

Selain motor, sejumlah bangunan dan fasilitas di kawasan Muntilan juga rusak akibat diamuk massa.

Setidaknya, ada dua rumah dan satu panti asuhan yang kacanya pecah akibat bentrokan tersebut.

"Yang paling penting dari kami, saat ini, dan pemerintah daerah, harus menjamin keselamatan semuanya dan harus melindungi semuanya sehingga nanti kami pemerintah daerah akan memfasilitasi untuk proses-proses penyelesaiannya.

"Apapun itu bentuknya sehingga clear, nanti tidak ada masalah dan persoalan lagi yang ada di lingkungan kita," bebernya.

Ruruh juga memastikan, tidak ada kelompok atau orang yang ditahan atas kejadian tersebut.

"Tidak ada yang kami tahan," tandas Ruruh.

Pemkab Fasilitasi Mediasi

Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan, bakal melakukan mediasi pada Senin (16/10/2023) dengan dua kelompok yang bentrok di Muntilan, Minggu (15/10/2023).

"Intinya, situasi dan kondusifitas yang kami kedepankan dulu, titik awal ini, sehingga sudah jalan, harapannya tidak terjadi lagi, dan besok kami mediasi untuk menyelesaikan," kata Zaenal Arifin saat ditemui.

Akibat bentrokan tersebut, sepanjang jalan dari arah Yogyakarta-Magelang maupun sebaliknya, lumpuh alias tidak ada yang bisa melintas.

Terkait itu, Zaenal Arifin mengungkapkan sangat prihatin.

Pihaknya telah mencoba duduk bersama dengan kedua kelompok massa yang berseteru.

"Kami sudah bersepakat, maka langkah utama yang harus kami lakukan saat ini adalah mengurai kemacetan lalu lintas akibat bentrokan tersebut."

"Kemudian, akan dilakukan mediasi agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di wilayah Kabupaten Magelang karena pada intinya, kita semua ini bersaudara," ungkap Zaenal.

Menurut Zaenal, wilayah Kabupaten Magelang yang dikenal sejuk dan damai, menjadi tidak elok karena kejadian tersebut (bentrokan massa).

Bahkan, berita negatif ini sudah sampai kemana-mana.

"Tentunya, kami, atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga masyarakat, khususnya kepada para pengendara yang terganggu dengan kejadian ini. Semoga hal ini tidak terjadi lagi ke depan," jelas Zaenal. (Tribunjogja.com/Tsf)

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Pemicu Bentrok Muntilan Diawali Gesekan di Jalan Batikan Mungkid Magelang.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved