Berita Cilacap
Berawal dari Bakar Sampah, Rumah Warga Nusawangkal Cilacap Ludes Terbakar
Sebuah rumah semi permanen milik Rubi Astuti (37) warga Desa Nusawangkal, Cilacap ludes terbakar pada Sabtu (14/10) siang.
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Sebuah rumah semi permanen milik Rubi Astuti (37) warga Desa Nusawangkal, Cilacap ludes terbakar pada Sabtu (14/10) siang.
Kepala UPT Damkar Cilacap Supriyadi menuturkan, kebakaran yang sempat membuat geger warga itu rupanya terjadi karena ada salah satu warga yang membakar sampah.
Api dari bakaran sampah itu terkena angin yang kemudian menjalar ke rumah warga.
Menurut keterangan saksi, siang itu api yang begitu besar berasal dari samping rumah dan seketika melahap rumah Rubi Astuti.
"Kebakaran pertama kali diketahui Yatirin tetangga korban, saat sedang keluar rumah tiba-tiba dia mendapati api yg sudah besar dari bagian samping rumah korban," katanya kepada Tribunbanyumas.com
Baca juga: Momen Bupati Kebumen Ngepel Trotoar Soetta Tempat Jualan PKL, Ingin Sadarkan Pedagang
Melihat api melahap rumah, saat itu juga Yatirin berteriak meminta bantuan warga untuk memadamkan api.
Seketika warga berdatangan sembari membawa air dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
Namun karena skesulitan air dan api tak kunjung padam, perangkat desa setempat kemudian menghubungi Pos Damkar Kroya untuk meminta bantuan pemadaman.
"Pos Damkar Kroya mendapati laporan sekira pukul 12:54 WIB dan langsung meluncur ke lokasi kejadian kebakaran," ungkap Supriyadi.
Dalam upaya pemadaman itu, Pos Damkar Kroya menerjunkan 3 petugas dan 1 relawan kebakaran.
Baca juga: Perang Hamas vs Israel Diperkirakan Memanas! Amerika Kirim Kapal dan Jet Tempur ke Daerah Perbatasan
Hingga akhirnya pada pukul 13.31 WIB api berhasil dipadamkan yang kemudian dilanjutkan dengan pendinginan.
Lebih lanjut dikatakan Supriyadi dalam upaya pemadaman itu Pos Damkar Kroya menghabiskan 4000 liter air.
"Tidak ada korban jiwa karena rumah memang dalam keadaan kosong.
Untuk jumlah kerugian, petugas mencatat berkisar Rp70 juta," ungkap Supriyadi. (pnk)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.