Berita Jateng
Kisah Dosen Unnes Mengajar Bahasa Indonesia di Amerika
Kontribusi dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) dalam pengembangan ilmu pengetahuan secara internasional semakin luas.
Penulis: amanda rizqyana | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kontribusi dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) dalam pengembangan ilmu pengetahuan secara internasional semakin luas.
Hal itu dibuktikan dengan semakin banyaknya dosen Unnes yang terlibat dalam kegiatan akademik internasional di berbagai perguruan tinggi top dunia.
Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Dr. Wati Istanti, M.Pd melakukan kegiatan Pengajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA).
Ia berkesempatan mengajar sebagai dosen tamu di Yale University, New Haven, Amerika Serikat, sejak Minggu (8/10/2023) hingga Minggu (15/10/2023)
"Yale University merupakan universitas terbaik ke-18 di dunia dalam pencapaian QS 100 WCU," ujarnya berdasarkan pesan tertulis yang diterima Tribun Jateng pada Jumat (13/10/2023).
Baca juga: Inilah Lokasi SDN 1 Purwanegara Purwokerto Banyumas yang Berdekatan dengan Mako Brimob
Melalui kerja sama dengan Consortium for the Indonesian Teaching (COTI), Wati mengenalkan bahasa dan budaya Indonesia yang dikaitkan dengan bidang kuliner.
Hal tersebut dilakukan sebagai implementasi kolaborasi dua penelitiannya dengan judul 'Pengembangan Kamus Digital BIPA Bermuatan Kuliner Jawa Tengah sebagai Pengenalan Budaya Pangan Lokal bagi Mahasiswa Amerika'.
Pada kesempatan yang sama, ia pun mengajar 'Pemetaan Karakteristik Pemelajar BIPA Berdasarkan Latar Belakang Akademik dan Budaya di Benua Amerika'.
Di bawah Dewan Southeast Asia Studies, Yale University, kegiatan ini mendapatkan respon positif dari mahasiswa dan pimpinan perguruan tinggi tersebut.
Menurut Dr. Wati, kegiatan ini penting secara keilmuan dan diharapkan dapat memberi kontribusi positif dalam diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional.
"Kegiatan ini bisa jadi jadi salah satu bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009 khususnya dalam peningkatan status bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional," terangnya.
Kegiatan Wati di Yale University diapresiasi oleh mahasiswa di sana.
Karina Herrera dan Tate Evans, dua mahasiswa yang mengikuti kelas BIPA mengapresiasi bahasa Indonesia sebagai bahasa yang unik.
Mereka senang bisa belajar bahasa Indonesia dan ingin ke Indonesia untuk mencoba makanan di Indonesia.
President COTI, Indriyo Sukmono, Ph.D., menyampaikan agar kolaborasi penelitian tetap terjalin.
Baca juga: Jelang Pilkades Serentak di Banyumas, Para Calon Kepala Desa Deklarasi Damai
"Kolaborasi penelitian ini untuk makin mengenalkan bahasa Indonesia ke seluruh mahasiswa Amerika," tuturnya.
Sementara itu, Dr. Tommi Yuniawan, M.Hum., selaku Dekan FBS UNNES sangat mendukung dengan kegiatan positif yang dilakukan oleh para dosen di lingkungan.
"Selain dapat digunakan untuk pencapaian IKU, program seperti ini akan dapat meningkatkan jalinan kerja sama antara satu lembaga yang ada di Indonesia dengan di luar negeri," ujarnya.
Hal tersebut juga akan meningkatkan reputasi UNNES untuk menyelenggarakan pendidikan yang cemerlang dan bereputasi dunia.
(arh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Dosen-unes-ajar-bahasa-Indonesia-di-Amrik.jpg)