Jumat, 24 April 2026

Berita Nasional

Arsul Sani Kepincut Usung Erick Thohir Cawapres, Pengamat: PPP Belum Solid Pilih Sandiaga

"Bisa saja karena faktor logistik di mana Sandiaga tidak seloyal yang dibayangkan oleh Arsul," terangnya. 

Editor: Editor Bisnis
Istimewa
Menteri BUMN Erick Thohir 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Menteri BUMN Erick Thohir semakin menguat dalam internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk dapat diusung sebagai calon wakil presiden (cawapres). Mencuatnya nama Erick Thohir menunjukkan belum solidnya langkah PPP mengusung Sandiaga Uno di Pilpres 2024.

Pengamat Politik Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, wacana PPP ingin mengusung Erick Thohir sebagai cawapres menjadi sebuah gambaran konkret. Yakni menyoal belum bersatunya elite PPP menentukan sosok cawapres. 

"Respon Arsul (Wakil Ketua Umum PPP) ini menandai jika Sandiaga belum sepenuhnya menerima PPP," kata Dedi.

Kondisi demikian, dia menambahkan, tentu tidak terlepas dari adanya sejumlah alasan kuat dari para elite PPP. Salah satunya yakni perihal sokongan logistik Sandiaga yang belum  secara total dirasakan partai berlambang Ka'bah tersebut. 

Dia menilai, kekuatan logistik yang Sandiaga Uno tersebut tentunya dapat lebih mendorong pergerakkan mesin partai. Sehingga hal tersebut dapat dimanfaatkan dengan amat maksimal menatap pertarungan pada Pilpres mendatang.

"Bisa saja karena faktor logistik di mana Sandiaga tidak seloyal yang dibayangkan oleh Arsul," terangnya. 

Oleh karenanya dia tidak heran bila nama Erick Thohir kembali lagi muncuat menjadi pilihan di kalangan elite PPP. Selain menyoal kinerjanya yang sukses, Erick thohir juga menjadi figur cawapres dengan tingkat elektabilitas yang tinggi. 

Terekam dalam Survei Voxpol Center periode 24 Juli - 2 Agustus 2023, nama Erick Thohir berhasil tempati posisi teratas pada simulasi tiga nama cawapres. Erick Thohir sukses mendapat angka sebesar 34,4 persen.

Posisi Erick Thohir berada di peringkat teratas unggul dari kandidat lainnya seperti Agus Harimurti Yudhoyono dengan 30,3 persen serta juga Khofifah Indar Parawansa hanya mendapat 15,3 persen.

"Itulah sebab ia masih menggoda Erick Thohir untuk kembali dibahas dalam bursa Cawapres," jelasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved