Senin, 13 April 2026

Berita Jateng

52 Kapal Terbakar di Pelabuhan Jongor Tegal, Ganjar Pranowo Minta Evaluasi

Kebakaran melanda Pelabuhan Jongor, Tegal, Senin (14/8/2023) malam. Hingga Selasa (15/8) dikabarkan sebanyak 52 kapal nelayan terbakar

Penulis: hermawan Endra | Editor: khoirul muzaki
Fajar Bahruddin/TribunBanyumas.com
Petugas berusaha memadamkan api di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari atau lebih dikenal Pelabuhan Jongor Tegal, Senin (14/8/2023). Api bermula dari satu kapal yang bersandar di dekat SPBU-N KUD Karya Mina. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL- Kebakaran melanda Pelabuhan Jongor, Tegal, Senin (14/8/2023) malam. Hingga Selasa (15/8) dikabarkan sebanyak 52 kapal nelayan terbakar akibat peristiwa itu.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan sudah mengirimkan tim ke lapangan untuk melakukan tindakan. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Pemkot Tegal terkait musibah itu.

"Sampai pagi ini, Wali Kota Tegal terus mengupdate, tim dari Pemprov juga sudah kami turunkan ke lapangan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu," kata Ganjar ditemui di Semarang, Selasa (15/8).

Penanganan kebakaran lanjut Ganjar terus dilakukan. Tim Pemprov dan Pemkot Tegal serta pihak terkait termasuk kepolisian dan pemadam kebakaran sedang bekerja di lapangan.

"Saya juga minta Wali Kota Tegal untuk mendata, termasuk mengecek apakah kapal yang terbakar itu diasuransikan. Kalau tidak, kita berikan bantuan," jelasnya.

Baca juga: Kebakaran Kapal di Tegal: Satu Kapal Jadi Biang Kerok saat Bersandar di Pelabuhan Jongor

Ganjar mengatakan, kebakaran kapal di pelabuhan Jateng beberapa kali terjadi. Banyaknya kapal yang terbakar, menurut Ganjar, menjadi evaluasi terhadap pengelolaan pelabuhan.

Menurutnya, dengan mekanisme tambat kapal yang berhimpitan, maka bencana kebakaran akan cepat merambat. Untuk itu, ia meminta semua pihak termasuk pengelola pelabuhan melakukan evaluasi.

"Di beberapa pelabuhan kita memang kalau tidak kita atur model parkir kapalnya, potensi semacam ini akan terjadi. Maka kita minta para pengelola pelabuhan untuk mengatur, sehingga kalau terjadi musibah bisa diantisipasi," kata dia.

Sementara itu, ihwal penyebab kebakaran, diduga berasal dari salah satu kapal yang mengalami korsleting listrik. Namun, untuk memastikannya, lanjut Ganjar, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan.

"Indikasi awal ada kapal korsleting, kemudian merembet ke kapal lainnya," jelasnya.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved