Jumat, 5 Juni 2026

Berita Cilacap

Misteri Ribuan Amunisi Sisa Perang Dunia II di Laut Cilacap, Buatan Amerika

Pangkalan TNI AL Cilacap menindaklanjuti penemuan ribuan amunisi yang ditemukan dua orang nelayan di sekitar dermaga PT. SBI.

Tayang:
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: khoirul muzaki
Tribunbanyumas.com/Pingky Setiyo Anggraeni
Tujuh orang penyelam dari Kopaska TNI AL diterjunkan ke sekitar dermaga PT. SBI untuk melakukan identifikasi terkait penemuan ribuan amunisi oleh dua orang nelayan, Kamis (20/7). 

TRIBUMBANYUMAS.COM, CILACAP- Pangkalan TNI AL Cilacap menindaklanjuti penemuan ribuan amunisi yang ditemukan dua orang nelayan di sekitar dermaga PT. SBI.


Ribuan amunisi itu diduga merupakan sisa peninggalan dari Perang Dunia II.


Tak main-main untuk menindaklanjuti temuan itu, Lanal Cilacap mengundang tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dari Mako Surabaya.


Direktur Operasi Puskopaska Letkol Laut Yudo Ponco menuturkan, pihaknya sengaja datang dari Surabaya untuk mendeteksi dan mengidentifikasi temuan di bawah air terkait amunisi yang ditemukan.

Baca juga: Selami Lokasi Temuan Amunisi Cilacap, Pasukan Katak Dapati Runtuhan Besi Besar di Kedalaman 22 Meter


Dikatakan Ponco, ada 1 tim penyelam terdiri 7 orang yang terlibat dalam identifikasi di laut.


Lima di antaranya merupakan tim Kopaska dan dua lainnya adalah historycal diver dan technical diver.


"Kami dari tim Underwater Documentary Pusat Komando Pasukan Katak Surabaya datang atas undangan dari Danlanal Cilacap untuk mengidentifikasi temuan dibawah air terkait amunisi yang ditemukan," tutur Ponco kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (20/7).


Pantuan Tribunbanyumas.com di lokasi, sejak pukul 07.00 WIB pagi tim dari Kopaska dan Lanal Cilacap sudah tiba di sekitar lokasi kejadian.


Mereka mempersiapkan peralatan dan berdoa bersama hingga memetakan titik penemuan amunisi sebelum penyelaman dimulai.

Baca juga: Penyelaman Mencari Bangkai Kapal PD II Dimulai, Lanal Cilacap Datangkan Kopaska dari Surabaya


"Tugas kami adalah datang ke bawah air, memastikan dan mengidentifikasi. Baik itu secara gambar visual maupun secara fisik apabila visibility tidak memungkinkan," ujarnya.


Setelah itu kata Ponco, apabila telah diidentifikasi, kemudian temuan dibawa ke atas (read-daratan) untuk kemudian didiskusikan,"  katanya.


Ponco menambahkan bahwa berdasarkan temuan awal nelayan, amunisi tersebut bukanlah produksi Indonesia.


Hal itu dapat diketahui dengan melihat kode yang ada di kepala amunisi yang menunjukkan bahwa amunisi tersebut merupakan buatan Amerika yang saat itu digunakan di era Perang Dunia II.


"Untuk kedalaman sesuai yang disampaikan terakhir kepada kami berkisar 20-22 meter dengan visibility sangat dekat," ungkap Ponco.


Diketahui sebelumnya 6000 amunisi berkaliber 12,7 mm dan 7,62 mm ditemukan oleh dua orang nelayan pada Sabtu (15/7) di sekitar dermaga PT. SBI.


Seusai penemuan itu, kemudian dilaporkan kepada Lanal Cilacap yang kemudian dilakukan penyelaman selama 2 hari oleh Puskopaska TNI AL. (pnk)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved