Berita Cilacap

16 Rumah Terdampak Longsor di Desa Bantar Cilacap, 39 Jiwa Mengungsi

Sudah hampir sepekan wilayah dusun Babakan Rt 04 Rw 04 Desa Bantar, Kecamatan Wanareja, Cilacap dihantui bencana tanah bergerak.

Ist
Kondisi rumah warga yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Bantar, Kecamatan Wanareja, Cilacap. Kamis (11/5). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Sudah hampir sepekan wilayah dusun Babakan Rt 04 Rw 04 Desa Bantar, Kecamatan Wanareja, Cilacap dihantui bencana tanah bergerak.

Bencana tanah bergerak di Desa Bantar terjadi usai wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak Jumat (5/5) malam hingga Sabtu (6/5) pagi.

Diketahui pergerakan tanah di Desa Bantar memotong tanah permukiman warga sepanjang 400 m dengan luas 5 hektar.

Adapun penurunan tanah sedalam 100 centimeter dengan lebar retakan berkisar 20 - 170 centimeter.

Analisis Kebencanaan BPBD Cilacap Gatot Arif Widodo menyebut, akibat bencana tanah bergerak itu total ada 16 rumah warga yang terdampak, dimana dua diantaranya rusak berat.

Jumlah tersebut menurut Gatot bisa terus bertambah apalagi melihat kondisi tanah di Dusun Babakan yang labil dan masih adanya potensi hujan lebat di wilayah Cilacap.

"Awalnya ada 8 rumah yang alami pergerakan tanah, update terakhir Rabu (10/5) kemarin bertambah menjadi 16 rumah yang terdampak. 
Kalau untuk hari ini masih tetap, belum ada penambahan," jelas Gatot kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (11/5).

Diungkapkan Gatot, saat ini ada 47 jiwa dari 17 KK yang terdampak.

Sementara 39 jiwa diantaranya terpaksa harus mengungsi karena kondisi rumah yang belum layak untuk ditempati.

Saat ini ada tiga tempat yang digunakan warga untuk mengungsi seperti di SD N 04 Bantar, Mushola Darul Ikhsan 2 dan rumah kerabat masing-masing.

Namun warga mengungsi hanya pada saat malam hari dan hujan deras saja.

Sementara ketika siang hari mereka kembali ke rumah masing-masing, kecuali 2 penghuni rumah yang mengalami kerusak berat. 

"Untuk posko pengungsian sudah disiapkan di tiga titik. Sementara untuk dapur umum dan posko logistik di rumah Bapak Karno warga Desa Bantar," ungkap Gatot.

Sementara itu untuk menanggulangi bencana ini, dari BPBD Cilacap sudah mendatangi lokasi untuk assesment.

Bahkan BPBD Cilacap telah mengajukan permohonan kajian lokasi kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved