Senin, 11 Mei 2026

Ramadan 2023

Ini Harapan Ketua MUI Jika Kemungkinan Terjadi Perbedaan Waktu Lebaran

KH Abdullah Jaidi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengungkapkan kemungkinan terjadinya perbedaan waktu untuk hari raya Idul Fitri atau penetapan

Tayang:
Editor: Pujiono JS
Dok. Kemenag
Ketua MUI, Abdullah Jaidi di Kantor Kementerian Agama, Jumat (22/5/2020). KH Abdullah Jaidi mengungkapkan kemungkinan adanya perbedaan waktu hari raya Idul Fitri atau penetapan 1 syawal antara umat islam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - KH Abdullah Jaidi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengungkapkan kemungkinan terjadinya perbedaan waktu untuk hari raya Idul Fitri atau penetapan 1 Syawal di antara umat Islam.

Namun, Abdullah berharap perbedaan tersebut dapat diatasi dengan baik secara bersama-sama, terutama melalui penyelesaian bersama dengan organisasi masyarakat Islam di Indonesia.

"Yang kemungkinkan terjadi perbedaan adalah nanti di 1 syawal-nya. Tapi, mudah mudahan perbedaan ini bisa dicari penyelesaiannya dengan baik, bisa sama-sama ataupun kalau ada perbedaan jangan menjadikan perbedaan di antara kita," ujar Abdullah di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Rabu (22/3/2023).

Baca juga: Pemantauan Hilal di Cilacap Terhalang Mendung, Hasil Pengamatan Tetap Dilaporkan ke Kemenag RI

Baca juga: Sidang Isbat Memutuskan 1 Syawal 1444 Hijriah Jatuh Pada 23 Maret 2023, Malam Ini Mulai Tarawih

Baca juga: Hilal Tak Terlihat dari Menara Pandang Teratai Purwokerto Banyumas, Terhalang Hujan Deras dan Petir

Ia menuturkan bahwa MUI juga mengimbau agar seluruh warga bangsa untuk dapat saling menghormati satu sama lainnya terkait perbedaan hari raya lebaran tersebut.

Baca juga: Tahun Ini Awal Puasa Ramadan Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Tidak Ada Perbedaan

"Sikap kita sebagai umat islam, kita sebagai warga bangsa tetap saling hormat menghormati di antara satu dengan yang lain," jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengharapkan momen bulan Ramadan bisa dijadikan momentum menjaga ibadah dan kesolehan bagi umat muslim.

"Bulan Ramadan ini kita jadikan momen sebagai kesolehan ibadah kita, kesolehan sosial kita, tidak sekadar kita laksanakan ibadah puasa, tapi kesolehan ibadah kita menyantuni saudara-saudara kita yang fakir miskin yang butuh bantuan pada kita. Hendaknya kita dapat berbagi di dalam rizki," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ketua MUI Ungkap Kemungkinan Perbedaan Waktu Lebaran: Tetap Saling Menghormati

 

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved