Berita Semarang

Kondisi Terkini Istri Kopda Muslimin, Kehilangan Limpa akibat Ditembak Orang Suruhan Suami

Istri Kopda Muslimin Rina Wulandari kehilangan organ limpa akibat tembakan yang dialami dalam upaya pembunuhan yang dialami, 18 Juli 2022 lalu.

Istimewa/Dok Kodam
Kodpa Muslimin yang merupakan dalang atau otak penembakan terhadap istrinya sendiri ditemukan tewas di rumah orangtuanya di Kendal, Kamis (28/7/2022). Saat ini, proses hukum lima pelaku penembakan istri Kopda Muslimin masih berlangsung di Pengadilan Negeri Semarang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Istri Kopda Muslimin Rina Wulandari kehilangan organ limpa akibat tembakan yang dialami dalam upaya pembunuhan yang dialami, 18 Juli 2022 lalu.

Tembakan itu diterima Rina dari pembunuh bayaran suruhan Kopda Muslimin di depan rumah mereka di kawasan Banyumanik, Kota Semarang.

Kondisi Rina ini terungkap dalam persidangan para pelaku penembakan, di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (24/1/2023).

Hari itu, sidang memiliki agenda pemerikskaan saksi ahli forensik dari RSUP Dr Kariadi, dr Uva Utama.

Baca juga: 5 Pelaku Penembakan Istri TNI di Semarang Kopda Muslimin Segera Disidang, Terdaftar dalam 3 Perkara

Baca juga: Selingkuhan Kopda Muslimin Ikut Diperiksa, Terungkap Aktivitas Keduanya Selama Ini!

Uva menjelaskan, Rina Wulandari dirawat di RSUP Dr Kariadi setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit swasta yang ada di Banyumanik.

"Sebelum di bedah (operasi perut), kami lakukan visum pada perutnya dan kemudian dilakukan operasi," tutur Uva menjelaskan.

Hasil pemeriksaan itu, imbuh Uva, terdapat beberapa jahitan di perut bekas operasi di rumah sakit sebelumnya.

Jahitan itu berada di sisi kanan, kiri, dan tengah di perut.

"Sebelah kanan ada dua luka, kiri dua luka, dan tengah ada satu luka," ujarnya.

Selain organ luar, kata dia, organ dalam, yakni lambung maupun hati Rina, juga dijahit.

Namun, ada satu organ dalam Rina yang dibuang, yakni, limfatik atau limpa.

"Organ itu untuk menghasilkan sel darah putih dan menyimpan sel darah merah. Organ itu sudah diambil saat kami buka," tuturnya.

Dikatakannya, pascatragedi tersebut, Rina harus menjalani perawatan dan mendapat bantuan napas lewat tenggorokan. Sebab, Rina tidak bisa bernapas melewati hidung.

"Jadi, jalur pernapasan harus membolongi lewat tenggorokan," imbuhnya.

Baca juga: Apes! Pencuri di Semarang Tertakap saat Jual Motor Curian Lewat COD. Pembeli Ternyata Pemilik

Baca juga: Miris! Pelaku Pemcabokan di Kebonagung Semarang Tak Tahu Alasan Serang Warga: Saya Hanya Ikut-ikutan

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved