Liga 2
Tim Peringkat 1 dan 2 FC Bekasi City dan Persijap Jepara Kompak Tolak Penghentian Liga 2: Kapok!
Tim peringkat pertama dan kedua Liga 2 Grup Tengah, yakni FC Bekasi City dan Persijap Jepara kompak menolak kompetisi sepak bola Liga 2 dihentikan.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Tim peringkat pertama dan kedua Liga 2 Grup Tengah, yakni FC Bekasi City dan Persijap Jepara kompak menolak kompetisi sepak bola Liga 2 dihentikan.
FC Bekasi City dan Persijap Jepara tidak ikut tanda tangan penggentiaan Liga 2 dalam surat pernyataan bersama yang tersebar di media sosial.
FC Bekasi City dan Persijap Jepara menolak keputusan Komite Eksekutif (Exco) PSSI menghentikan Liga 2 2022-2023.
Penghentian kompetisi dinilai merugikan klub.
Baca juga: Liga 2 Dihentikan, Persijap Jepara Berkirim Surat ke PSSI, Ini Isinya
Apalagi, saat ini, Bekasi City FC dan Persijap tengah dalam performa terbaiknya mengarungi Grup Tengah Liga 2 yang mana keduanya berada di peringkat atas klasemen.
Untuk mempertahaknkan posisinya itu, Persijap sempat memulai latihan sejak 6 Desember 2022 lalu.
Itu merupakan latihan perdana mereka sejak 1 Oktober 2022 kompetisi dihentikan sementara karena Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.
Skuat Persijap rutin menggelar latihan dan beruji coba dengan klub-klub lokal.
Sejumlah persiapan itu dilakukan untuk menghadapi laga lanjutan Liga 2.
Baca juga: Liga 2 dan Liga 3 Nasional Disetop, Bagaimana Nasib Tim Liga 3 Jateng yang Sudah Merampungkan Laga?
Namun sayang, persiapan serius itu berakhir sia-sia karena PSSI tidak melanjutkan Liga 2.
PSSI beralasan, penghentian ini karena permintaan sebagian besar klub peserta Liga 2 yang meminta kompetisi tidak dilanjutkan.
Terdapat 20 klub yang meminta kompetisi dihentikan.
Selain itu, sarana dan prasarana yang belum memenuhi syarat menjadi pertimbangan keputusan tersebut.
Baca juga: Beberapa Faktor Liga 2 Harus Dihentikan, Liga 1 2022/2023 Tanpa Degradasi
Manajer Persijap Jepara Egat Sucawijaya menegaskan pihaknya bukan bagian dari klub yang meminta kompetisi dihentikan.
Sejak awal, kata dia, Persijap Jepara meminta kompetisi tetap dilanjutkan.
"Eman-eman, posisi kita di papan atas.
(Tapi) terhenti seperti ini," kata Egat kepada TribunBanyumas.com, Jumat (13/1/2023).
Menuruntya, penghentian kompetisi ini sekaligus membuyarkan rencana pembenahan skuat Persijap Jepara.
Baca juga: Stadion Trisanja Kandang Persekat Tegal Lolos Verifikasi Mabes Polri untuk Gelar Liga 2, Skor Tipis
Pasalnya, manajemen sudah memiliki rencana mendatangkan sejumlah pemain untuk menambah performa Persijap mengarungi putaran kedua Liga 2.
Namun rencana itu batal seiring keputusan PSSI tidak melanjutkan kompetisi.
Egat mengungkapkan, pihaknya tidak tinggal diam dengan adanya keputusan tersebut.
Dia akan menyampaikan aspirasi kepada PSSI terkait kondisi klub apabila liga dihentikan.
Baca juga: Persijap Jepara Tolak Liga 2 Dihentikan dan Dimulai dari Awal, Desak Kompetisi Segera Dilanjutkan!
Rasa kecewa juga diungkapkan pemilik FC Bekasi City, Atta Halilintar.
Dalam unggahan di akun Instagram-nya, Atta mengeluarkan unek-unek yang merasa kecewa Liga 2 harus dihentikan.
Dia pun menyematkan tanda pagar #kapok pada unggahannya.
Untuk diketahui, kompetisi Liga 2 2022-2023 diikuti 28 klub.
Klub-klub itu terbagi dalam tiga grup.
Baca juga: Jelang KLB PSSI, CEO Persipa Pati Kirim Rekomendasi: Minta Operator Liga 1 dan Liga 2 Dipisah
Grup Barat diikuti 9 klub.
Grup Tengah diikuti 10 klub.
Grup Timur diikuti 9 klub.
Persijap Jepara tergabung dalam Grup Tengah.
Persijap Jepara bertengger di peringkat dua dengan raihan 12 poin.
Selisih 4 poin dari Bekasi City yang memuncaki klasemen dengan raihan 16 poin. (*)
Baca juga: Persiapan Mepet, Persijap Jepara Pede Tatap Liga 2, Rencana Kick Off Pertengahan Desember
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.