Berita Banyumas

Penonton Membeludak, Panitia Nobar Film Ahmad Tohari di Purwokerto Banyumas Gelar Dua Kali Pemutaran

Penonton nobar Film Ahmad Tohari 'Kesaksian Tanpa Batas' di Purwokerto, Rabu (11/1/2023), membeludak. Panitia harus memutar dua kali.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Pemkab Banyumas
Suasana pemutaran film Ahmad Tohari 'Kesaksian Tanpa Batas' di Praketa Coffeshop dan Creative Hub, Purwokerto, Rabu (11/1/2023) malam. Untuk mengakomodasi banyaknya penonton yang datang, pemutaran film dilakukan dua kali. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Penonton acara nonton bareng (nobar) Film Ahmad Tohari 'Kesaksian Tanpa Batas' di Praketa Coffeshop dan Creative Hub, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (11/1/2023) malam, membeludak.

Panitia pun harus menggelar dua kali sesi nobar agar semua penonton yang datang bisa menyaksikan film yang mengisahkan sosok dan proses kreatif maestro sastra Indonesia asal Banyumas, Ahmad Tohari, secara nyaman.

Program Manager Museum Virtual Ahmad Tohari (MVAT) sekaligus Koordinator Nonton Bareng Film Ahmad Tohari Kesaksian Tanpa Batas, Kemal F Ramadhan, mengatakan, pihaknya hanya menyiapkan 40 kursi sesuai kapasitas ruangan pemutaran.

Namun, ternyata, jumlah penonton yang datang melebihi target.

"Kami tidak menyangka, animo penonton luar biasa banyak," ujar Kemal lewat pernyataan tertulis, Kamis (12/1/2033).

Baca juga: Film Dokumenter Sastrawan Banyumas Ahmad Tohari Siap Diputar untuk Umum. Yuk, Nonton Bareng

Baca juga: Sedang Digarap Museum Virtual Ahmad Tohari, Berisi Perjalanan Karier dan Karya Sastra Bentuk Digital

Mayoritas penonton, kata Kemal, merupakan mahasiswa, anggota komunitas kreatif, serta akademisi.

Film dokumenter yang berdurasi 26 menit ini merupakan arsip dan dokumentasi tentang Ahmad Tohari dari seri On The Record Tokoh Penulis Indonesia.

Film ini diproduksi pada tahun 2004 oleh Yayasan Lontar dan disutradarai oleh Shanty Harmayn.

Pemutaran film tersebut jadi bagian agenda berkala MVAT terkait pengumpulan dan aktivasi arsip tentang Ahmad Tohari.

"Film ini juga menandai sosok Ahmad Tohari yang menjadi tonggak sejarah kesusastraan Indonesia."

"Kemudian, film ini juga nonkomersial karena dikerjakan untuk promosi sastra Indonesia ke luar negeri," ujarnya.

Baca juga: Proyek Green House Melon Mangkrak Usai Korupsi JPS Terbongkar, Begini Curhat Warga Cilongok Banyumas

Baca juga: 297 Pendaftar PPS Pemilu 2024 Banyumas Dinyatakan Gugur, Tak Hadir saat Tes Tertulis

Film Ahmad Tohari: 'Kesaksian Tanpa Batas' mengangkat kepengarangan Ahmad Tohari sebagai tokoh penting dalam sejarah sastra Indonesia.

Alur film dibangun dengan menyuguhkan aspek psikologis, latar belakang hingga proses kreatif Ahmad Tohari menulis novel Kubah dan Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk yang berwarna geger politik 65.

Kemal berharap, pemutaran film ini dapat mengaktivasi arsip tentang Ahmad Tohari dan mengedukasi sastra khalayak luas.

Selain itu, dokumentasi sosok dan karya Ahmad Tohari diharapkan dapat membawa pengaruh kreatif ke berbagai kalangan di Banyumas. (*)

Baca juga: Pemberangkatan Haji 2023 Tak Dibatasi Umur, Kemenag Kota Semarang Prioritaskan 316 Lansia

Baca juga: Permukiman Terisolasi akibat Banjir, Pengantin dari Karangturi Kudus Berangkat ke KUA Naik Perahu

Baca juga: Bahas Capres saat Kunjungi Banyumas, SBY: Pemimpin Tidak Harus Dipersiapkan Khusus Pihak Tertentu

Baca juga: HASIL Proliga: Jakarta LavAni Allo Bank Tekuk Kudus Sukun Badak 3-0, Kokoh di Puncak Klasemen

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved