Piala AFF 2022

STY Minta Maaf Garuda Gagal ke Final Piala AFF 2022, Sebut Pemain Belum Beradaptasi dengan Lapangan

Shin Tae-yong, pelatih kepala Timnas Indonesia, mengungkapkan permintaan maafnya karena tidak berhasil mengantarkan Garuda ke final Piala AFF 2022.

Editor: Pujiono JS
PSSI
Shin Tae-yong, pelatih kepala Timnas Indonesia, mengungkapkan permintaan maafnya karena tidak berhasil mengantarkan Garuda ke final Piala AFF 2022. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Shin Tae-yong, pelatih kepala Timnas Indonesia, mengungkapkan permintaan maafnya karena tidak berhasil mengantarkan Garuda ke final Piala AFF 2022.

Indonesia dikalahkan oleh Vietnam di leg kedua Semifinal Piala AFF 2022 dengan skor 0-2 di Stadion My Dinh, Hanoi, Senin (9/1/2022).

Padahal, Indonesia sejatinya hanya membutuhkan hasil imbang agar bisa lolos ke babak final karena di leg pertama tim asuhan Shin Tae-yong bermain imbang imbang 0-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Kegagalan timnas Indonesia untuk bisa lolos ke final Piala AFF tahun ini merupakan ketidakberhasilan kedua Shin Tae-yong di Piala AFF.

Di edisi sebelumnya, pada Piala AFF 2020 yang digelar tahun 2021, Indonesia hanya menjadi runner-up setelah kalah agregat 2-6 dari Thailand.

"Kami kalah dan saya ingin meminta maaf kepada semua suporter Timnas Indonesia," ujar Shin Tae-yong.

Baca juga: Gagal ke Final Piala AFF 2022, Ketua Umum PSSI: Kalah dari Vietnam Bukan Sesuatu yang Memalukan

Baca juga: HASIL Akhir Vietnam vs Indonesia 2-0: Dwigol Nguyen Tien Linh Antar Golden Star Warriors ke Final

Baca juga: HASIL Babak Pertama Vietnam vs Indonesia Piala AFF 2022 1-0: Gawang Garuda Bobol di Menit Awal

"Saya pikir Vietnam bermain bagus hari ini. Saya mengucapkan selamat kepada mereka karena menang dan menjaga gawangnya tidak kebobolan," kata Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong menilai bahwa kekalahan dari Vietnam ini menunjukkan kalau pekerjaannya membenahi Timnas Indonesia belum selesai.

Dia optimistis sepak bola Indonesia punya potensi untuk terus berkembang ke arah positif.

"Saya pikir sepak bola Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk maju," katanya.

Pelatih asal Korea Selatan itu menilai para pemainnya belum terbiasa dengan kualitas lapangan Stadion My Dinh yang dinilai tidak sebaik di SUGBK.

Ini menyebabkan Skuad Garuda kesulitan mengembangkan permainan.

"Vietnam sudah terbiasa bermain di stadion ini, sedangkan kami masih merasa asing," kata Shin Tae-yong.

"Saya juga selalu mengingatkan para pemain untuk berhati-hati terutama di 5 menit pertama dan 5 menit terakhir," kata Shin Tae-yong.

"Untuk gol pertama, kiper kami Nadeo Argawinata salah membaca situasi, sedangkan di gol kedua kami kehilangan fokus dalam menjaga para pemain Vietnam," ujar Shin Tae-yong.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved