Berita Nasional

Elektabilitas Ganjar Tembus 33 Persen Saat Duet dengan Erick Thohir

"Ini merupakan pasangan yang sangat menarik dan serasi saling mengisi," ujar Hotman.

Editor: Editor Bisnis
Istimewa
Menteri BUMN Erick Thohir saat bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat limpahan elektoral signifikan ketika dipasangkan dengan Menteri BUMN Erick Thohir. Pasangan Ganjar-Erick berhasil menempati posisi teratas menumbangkan pasangan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar.

Pasangan Ganjar-Erick meraih 33,1 persen, unggul dari Anies -AHY dengan 27,5 persen dan Prabowo – Cak Imin 25,5 persen. Dukungan pemilih Ganjar tersebut, terlihat dari survei terbaru Poltracking Indonesia periode 21-27 November 2022 dengan 1220 responden.

Ganjar Pranowo meraih elektabilitas tembus 30 persen saat dipasangkan dengan Erick Thohir. Kemudian, saat dipasangkan Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo meraih elektabilitas 30,5 persen dan dengan Sandiaga Uno hanya 29,8 persen.

Pengamat politik Surokim Abdussalam menilai Ganjar-Erick meraih dampak elektoral dari generasi muda. Melihat persentase tersebut, dukungan pemilih muda cukup memberi daya elektoral bagi duet Ganjar-Erick. Mengingat sekitar 190 juta atau 60 persen warga Indonesia yang akan memberikan suara pada Pilpres 2024 adalah pemilih muda.

“Jadi mungkin faktor milenial itu yang kemudian membuat pasangan ini menurut polling itu cukup positif. Tapi kan tidak hanya cukup muda saja tapi juga perlu tambahan yang lainnya karena saya lihat keduanya juga termasuk yang sangat komunikatif di media sosial,” kata Surokim yang juga Peneliti Senior SSC.

Tingginya posisi Ganjar-Erick di survei menjawab preferensi pemilih Ganjar Pranowo yang mayoritas memilih berpasangan dengan Eks Presiden Inter Milan tersebut di Pilpres 2024. Dalam survei disebutkan 29.5 persen pemilih Ganjar mereferensikan Erick Thohir sebagai pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024.

“Kalau menyasar milenial dugaan saya iya. Artinya di milenial memang harapan untuk mendapatkan pasangan muda itu memang cukup tinggi sejauh yang saya amati,” ungkapnya.

Kemudian, Guru Besar Universitas Airlangga Hotman Siahaan mengatakan Ganjar-Erick duet yang direstui masyarakat. Keduanya memiliki karakter kepemimpinan yang saling melengkapi dan memiliki basis massa yang kuat.

"Ini merupakan pasangan yang sangat menarik dan serasi saling mengisi," ujar Hotman.

Hotman membayangkan pemerintahan di masa lalu ketika Indonesia pernah memiliki Presiden Soekarno dan Wakil Presiden M. Hatta, di mana keduanya saling mengisi dengan keahliannya masing-masing.

"Dulu Indonesia memiliki Soekarno seorang solidarity maker, sedangkan Hatta itu seorang administrator maker, nah saya melihat dalam teori tersebut ada pada sosok Ganjar dan Erick," pungkasnya (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved