Berita Nasional

Bahaya! Tahun Baru, BMKG Ramalkan Seluruh Indonesia Diguyur Hujan Lebat hingga Ekstrem

Memasuki tahun baru 2023, pada tanggal 1 Januari 2023 berdasarkan perkembangan dinamika atmosfer, BMKG memperkirakan terjadinya hujan lebat hingga eks

Editor: Pujiono JS
BMKG
Memasuki tahun baru 2023, pada tanggal 1 Januari 2023 berdasarkan perkembangan dinamika atmosfer, BMKG memperkirakan terjadinya hujan lebat hingga eksttem di seluruh wilayah Indoensia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Memasuki tahun baru 2023, pada tanggal 1 Januari 2023 berdasarkan perkembangan dinamika atmosfer, BMKG memperkirakan terjadinya hujan lebat hingga ekstrem di seluruh wilayah Indoensia.

"Satu peta wilayah Indonesia tidak terlihat karena tertutupi warna hijau tua pekat," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Dwikorita menjelaskan cuaca ekstrem tersebut terjadi karena adanya fenomena Monsun Asia ditambah seruakan dingin dari dataran tinggi Asia yang masuk melalui Selat Malaka dan kemudian menyeberang ke ekuator, dan terbentuk Arus Utara Lintas Ekuator atau Cross Equatorial Northerly Surge (CENS).

"Fenomena inilah yang menyebabkan warna hijau tua tadi yang mengindikasikan adanya hujan lebat hingga ekstrem," jelas Dwikorita.

BMKG memprakirakan fenomena ini mulai terjadi pada tanggal 28 Desember yang akan menyelimuti wilayah Jawa Timur hingga Nusa Tenggara.

"Ini bahaya sesuai terdeteksi tanggal 21 Desember lalu, cuaca akan meningkat bisa mencapai ekstrem," kata Dwikorita dalam konferensi pers seperti ditayangkan Kompas TV, Selasa (28/12/2022).

Kemudian pada tanggal 29 Desember potensi cuaca ekstrem tersebut meluas ke Jawa Barat, Sumatera bagian selatan barat, dan sebagian wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Nusa Tenggara dan wilayah selatan Papua.

Bahkan pada 1 Januari 2023, berdasarkan perkembangan dinamika atmosfer, satu peta wilayah Indonesia tidak terlihat karena tertutupi warna hijau tua pekat.

Cuaca ekstrem ini lanjut BMKG, akan mulai melemah pada 5 sampai 6 Januari 2023.

"Tanggal 4 Januari mulai berkurang tapi masih tetap menutupi sebagian wilayah Sumatera dan Laut Natuna, dan wilayah Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Nusa Tenggara," ungkapnya.

"Tanggal 5 Januari mulai mereda, berkurang," kata dia.

Sebelumnya BMKG mengatakan potensi cuaca ekstrem yang terjadi selama Nataru dipicu oleh sejumlah fenomena anomali dan dinamika atmosfer yang terjadi secara berbarengan.

Fenomena tersebut adalah peningkatan aktivitas monsun Asia yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan selatan.

Kemudian, intensifikasi atau semakin intensifnya fenomena seruakan dingin Asia yang dapat meningkatkan kecepatan angin permukaan di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan, serta meningkatkan pembentukan awan hujan menjadi lebih intensif di sekitar Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.

Selain itu, adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah perairan selatan Indonesia yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang masif, dan berpotensi menyebabkan hujan intensitas tinggi dan dikhawatirkan dapat mencapai ekstrem.

Kemudian, terpantaunya aktivitas gelombang atmosfer yaitu fenomena Madden Julian Oscillation, yang merupakan fenomena pergerakan arak-arakan awan hujan dari arah Samudra Hindia di sebelah timur Afrika.

Pergerakan awan ini memiliki jalur lintas Samudera Hindia menuju Samudra Pasifik tapi melewati Kepulauan Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BMKG: 1 Januari 2023, Satu Peta Indonesia Tertutup Hujan Lebat Ekstrem

 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved