Sekeluarga Meninggal di Magelang

Sering Ditanya soal Investasi Rp400 Juta Jadi Pemicu DDS Habisi Orangtua dan Kakaknya di Magelang

Dhio Daffa Syadilla alias DDS akhirnya mengungkapkan mengapa dia terpicu untuk membunuh tiga anggota keluarganya dengan racun mematikan.

Editor: Pujiono JS
TRIBUN JOGJA / Nanda Sagita
Tersangka saat digiring satuan polisi untuk konferensi pers di Ruang Media Mapolresta Magelang, Selasa (06/12/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MAGELANG - Dhio Daffa Syadilla alias DDS akhirnya mengungkapkan mengapa dia terpicu untuk membunuh tiga anggota keluarganya dengan racun mematikan pada Senin (28/11/2022) di Mertoyudan, Magelang.

DDS, kepada penyidik, mengaku kesal karena sering ditanya tentang perkembangan investasi oleh kedua orangtuanya.

Dalam pengakuannya di depan penyidik DDS mengajak kedua orangtuanya untuk berinvestasi.

Tersangka Dhio digiring polisi ke lokasi konferensi pers di Ruang Media Mapolresta Magelang, Selasa (06/12/2022).
Tersangka Dhio digiring polisi ke lokasi konferensi pers di Ruang Media Mapolresta Magelang, Selasa (06/12/2022). (Tribunjogja/Nanda Sagita Ginting)

Uang sebesar Rp400 juta pun diserahkan oleh orangtua untuk dikelola dalam investasi.

"Selama ini minta uang ke orangtua. Kalau dijatah perbulan tidak ada, cuma mintanya itu alasannya mengajak untuk investasi, sekitar Rp400 juta," ungkapnya.

Namun belakangan ini, ujar tersangka, kedua orangtuanya selalu menanyakan hasil investasi tersebut.

Baca juga: KRONOLOGI Lengkap DDS Meracuni Tiga Anggota Keluarganya hingga Tewas di Magelang

Baca juga: Kerabat Enggan Jenguk DDS, Minta Pembunuh Tiga Anggota Keluarga di Magelang Dihukum Setimpal

Baca juga: Tersangka DDS Beli Racun Arsenik dan Sianida Pakai Uang dari Orangtua untuk Bunuh Keluarganya

Hal inilah yang menjadi puncak kemarahan tersangka, hingga akhirnya berniat untuk memberikan racun arsenik dan racun sianida kepada keluarga terdekatnya yaitu ayah Abas Ashar (58), ibu Heri Riyani (54), dan kakaknya Dhea Chairunisa (24).

"Iya, ditagih terus daripada hasil investasi yang sudah diberikan," terangnya.

Padahal, tersangka mengaku dari total uang Rp400 juta diberikan oleh orangtuanya secara bertahap sejak tahun 2021, hanya beberapa bagian saja yang di investasikannya.

Sedangkan, sisa uangnya digunakan untuk dirinya sendiri.

"Hanya sebagian kecil saja untuk investasi, sebagian lagi saya gunakan sendiri," ungkapnya.

Sementara saat ditanya terkait investasi model apa yang sedang dijalaninya, tersangka DDS tidak memberikan jawaban.

Plt Kapolresta Magelang, AKBP Mochammad Sajarod Zakun, mengatakan pihaknya pun masih akan mendalami investasi yang dimaksud oleh tersangka.

"Masih kami dalami untuk hal itu ( investasi)," ucap Sajarod.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved