UMK 2023

UMK Boyolali Segera Disampaikan ke Gubernur Jateng, Ada Kenaikan, Ini Besarannya!

Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2023 Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah segera disampaikan ke Gubernur Jawa Tengah.

ist/dok pemkab boyolali
Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) Kabupaten Boyolali, M Arief Wardianta saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait UMK 2023 di Boyolali di ruang kerjanya, Jumat (2/12/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BOYOLALI - Upah Minimum Kabupaten/Kota ( UMK) tahun 2023 Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah segera disampaikan ke Gubernur Jawa Tengah.

Dewan Pengupahan Kabupaten Boyolali telah melakukan rapat pleno untuk menetapkan besaran UMK.

Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) Kabupaten Boyolali, M Arief Wardianta mengungkapkan, dalam rapat yang dihadiri oleh unsur pemerintah, pengusaha, serikat buruh, dan sejumlah pakar mengemukakan pendapat masing-masing.

Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2022 tentang penetapan upah minimum tahun 2023 dengan mempertimbangkan beberapa komponen.

Baca juga: Empat Warga Mriyan Boyolali Diserang Tawon Tabuhan di Dekat Jembatan Genting, Dua Orang Pingsan

"Sesuai dengan Permenaker 18 Tahun 2022, ada beberapa komponen yang kita perhatikan yaitu inflasi, pertumbuhan ekonomi dan juga komponen baru yaitu alfa.

Alfa itu dilihat dari produktivitas kerja dan kesempatan kerja yang ada di Boyolali," ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima TribunBanyumas.com, Jumat (2/12/2022).

Dia menjelaskan, terdapat beberapa pendapat terkait dengan penentuan angka alfa dalam pengambilan keputusan.

Dari pihak dewan pengupahan pemerintah sepakat memakai Permenaker 18 Tahun 2022 dengan rentang alfa 0,15-0,25.

Kemudian dari dewan pengupahan dari unsur serikat buruh memakai Permenaker 18 Tahun 2022 dengan rentang alfa 0,30.

Baca juga: Jalan Tol Semarang-Solo KM 471-505 Masuk Jalur Tengkorak, Ini Imbauan Kapolres Boyolali

Lalu dari beberapa perusahaan memakai Permenaker 18 Tahun 2022 dengan minimal rentang alfa 0,15.

Dengan mempertimbangkan usulan dari berbagai pihak, Arief kemudian menyampaikan angka usulan kenaikan UMK Kabupaten Boyolali ke Bupati Boyolali.

Setelah melalui pertimbangan dari semua stakeholder baik perusahaan, pekerja, Bupati Boyolali mengusulkan UMK Kabupaten Boyolali Tahun 2023 dengan nilai alfa 0,18.

"Itu berarti UMK kita yang kita usulkan kepada gubernur yang nanti ditetapkan tanggal 7 Desember 2022 itu sebesar Rp 2.155.712,29.

Kalau dilihat persentasenya kita naik 7,23 persen dibandingkan dengan UMK Tahun 2022," tuturnya.

Baca juga: Korban Tewas Kecelakaan di Tol Semarang-Solo di Boyolali Pengusaha Asal Klaten, Bulan Depan Menikah

Usulan ini naik sebesar Rp 145.413 bila dibandingkan dengan usulan UMK Kabupaten Boyolali tahun 2022, yakni Rp 2.010.299,30.

Dia berharap, dengan adanya usulan kenaikan UMK Kabupaten Boyolali tahun 2023 dapat mengakomodir semua kepentingan.

"Khususnya dari pihak perusahaan dan pekerja dan dapat dilaksanakan dengan sebaik baiknya," tandasnya. (*)

Baca juga: Alphard Tabrak Bokong Truk Trailer di Tol Semarang-Solo di Boyolali, Tiga Orang Tewas

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved