Berita Blora

Jembatan Penghubung Kecamatan Jepon-Bogorejo Blora Putus Terbawa Banjir, Warga Cari Jalan Alternatif

Jembatan utama penghubung Kecamatan Jepon dan Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, di Desa Prantaan, Bogorejo, putus, Selasa (29/11/2022).

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/AHMAD MUSTAKIM
Kondisi jembatan penghubung Kecamatan Bogorejo dan Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, di Desa Prantaan, Kecamatan Bogorejo, putus akibat diterjang banjir, Rabu (30/11/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA – Jembatan utama penghubung Kecamatan Jepon dan Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, di Desa Prantaan, Bogorejo, putus, Selasa (29/11/2022).

Badan jembatan ambrol setelah tiang jembatan terseret arus sungai akibat hujan deras.

Jembatan tersebut memiliki lebar 3 meter, panjang 5 meter, dan kedalaman 8 meter.

Kini, warga yang hendak ke pusat pemerintahan Kecamatan Bogorejo terpaksa mencari jalan alternatif yang cukup jauh.

Baca juga: Sepakat! UMK Blora Naik 7,14 persen, Jadi Rp2 Juta Lebih

Baca juga: Truk Tangki Gas Pertamina Terguling Timpa Toyota Innova di Jalan Blora-Cepu, 6 Orang Dilarikan ke RS

Kepala Desa Prantaan Nyono mengungkapkan, jembatan tersebut putus sekitar pukul 17.00 WIB.

"Jembatan ambrol itu sekitar pukul 5 sore, sebelumnya hujan itu hampir 3 jam. Akhirnya, jembatan yang sudah tua ini tidak kuat menahan debit air hingga ambrol, badan jalan hilang semua," ucap Nyono, Rabu (30/11/2022).

Peristiwa tersebut langsung dilaporkan kepada camat Bogorejo yang langsung mengecek lokasi, Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

"Hari ini, pak bupati juga kan sidak ke lapangan, mau tahu situasi dan kondisi jembatan yang ambrol ini," terang Nyono.

"Jalan ini merupakan penghubung antar kecamatan, antar desa karena ini kalau lurus ke selatan tembus Tempel, Lemahbang, Jepon," tambah Nyono.

Baca juga: RSUD R Soetijono Blora Rawat 11 Pasien Covid, Warga Diimbau Tak Abaikan Protokol Kesehatan

Baca juga: Gagal Melarikan Diri, Pencuri di SDN Tamanrejo Blora Tidur di Ruang Guru. Dibangunkan Polisi

Untuk sementara, pejalan kaki dan pengguna sepeda motor, bisa melewati jembatan lain di dekat lokasi, yang ukurannya lebih kecil.

"Tapi, untuk kendaraan roda empat tidak bisa, ini ditutup total," ujar Nyono.

Terkait penanganan darurat, pihaknya perlu koordinasi dengan Dinas PUPR.

"Karena jalan utama/jalan kabupaten ini kewenangannya kabupaten, kami belum tahu. Alhamdulillah, tidak ada korban dalam peristiwa ini," ujarnya. (Ahmad Mustakim)

Baca juga: Petasan yang Diracik Meledak, Warga Tegal Dilarikan ke Rumah Sakit. Atap Rumah Jebol

Baca juga: Hadiri Ulang Tahun ke-6, Bupati Banyumas Berharap UNU Purwokerto Makin Besar

Baca juga: Suparwi Protes Tanahnya Jadi Tol Semarang-Demak Tapi Belum Terima Ganti Untung, Ini Kata PPK dan BPN

Baca juga: Terungkap! Sebelum Terjadi Penembakan, Ferdy Sambo Cekik Leher Brigadir J dan Minta Berlutut

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved