Istri TNI Ditembak

5 Pelaku Penembakan Istri TNI di Semarang Kopda Muslimin Segera Disidang, Terdaftar dalam 3 Perkara

Lima pelaku penembakan istri Kopda Muslimin, Rina Wulandari, segera menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Semarang.

TRIBUNBANYUMAS/AGUS SALIM IRSYADULLAH
Lima tersangka penembakan istri Kopda Muslimin, diperiksa di Kejari Kota Semarang saat pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke jaksa penuntut umum, Jumat (18/11/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Lima pelaku penembakan istri Kopda Muslimin, Rina Wulandari, segera menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Semarang.

Berkas perkara kelimanya telah dilimpahkan jaksa penuntut umum Kejari Kota Semarang ke Pengadilan Negeri Semarang.

Humas Pengadilan Negeri Semarang Kukuh Subyakto mengatakan, pelimpahan dilakukan dan teregistrasi per Selasa (29/11/2022).

"Iya, berkas perkara telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Semarang," kata Kukuh saat dikonfirmasi, Rabu (30/11/2022).

Baca juga: Kasus Penembakan Istri TNI di Semarang: Kopda Muslimin, Suami Korban Diduga Terlibat! Ini Kata Kodam

Baca juga: Selingkuhan Kopda Muslimin Ikut Diperiksa, Terungkap Aktivitas Keduanya Selama Ini!

Menurut Kukuh, berkas kelima terdakwa teregister secara terpisah, dalam tiga perkara.

Terdakwa Ponco Aji Nugraha (26) dan Supriyono alias Sirun (44) terdaftar dengan nomor perkara 618/Pid.B/2022 PN Smg melalui surat pelimpahan B- 230/M.3.10/Eoh.2/11/2022.

Lalu, terdakwa Sugiono alias Babi (41) dan Agus Santoso alias Gondrong (43), terdaftar dengan nomor perkara 619/Pid.B/2022 PN Smg melalui surat pelimpahan B - 229/M.3.10/Eoh.2/11/2022.

Mereka didakwa atas Pasal 340 Jo Pasal 53 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang percobaan pembunuhan.

Sementara, satu terdakwa lain bernama Dwi Sulistyo alias Plenton (37), terdaftar dengan nomor perkara 620/Pid.Sus/2022 PN Smg melalui surat pelimpahan B- 101/M.3.10/EKU.2/11/2022.

Dwi didakwa atas Pasal 1 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan perkara tindak senjata api atau benda tajam.

Kukuh menambahkan, sidang pertama dengan agenda dakwaan bakal dilakukan pekan depan, tepatnya pada Selasa (6/12/2022).

"Sidang pertama akan dilakukan pada Selasa mendatang," imbuhnya.

Sebelumnya, pada Jumat (18/11/2022), Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang menerima pelimpahan barang bukti dari penyidik kepolisian berupa pakaian dalam korban dengan noda bercak darah, sepeda motor yang digunakan saat eksekusi, dan mobil rental Toyota Calya yang digunakan tersangka untuk mengambil uang sebagai imbalan atas penembakan yang telah dilakukan.

Baca juga: 13 WNA Dideportasi ke Negara Asal, Kantor Imigrasi Semarang: Overstay Lebih dari 60 Hari

Baca juga: Jadi Korban Arisan Oknum PNS Pemprov Jateng, Belasan Sosialita di Semarang Malah Digugat Pelaku

Insiden penembakan terhadap istri Kopda Muslimin, Rina Wulandari (34), terjadi pada 18 Juli 2022 sekira pukul 12.00 WIB, di depan rumah korban di Jalan Cemara 3, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Korban mengalami dua luka tembak di bagian perut.

Hasil penyelidikan, dalang utama penembak tersebut adalah Kopda Muslimin, anggota Batalyon Arhanud Kodam IV/Diponegoro.

Diketahui, Kopda Muslimin nekat membayar pembunuh bayaran demi menyingkirkan istri sah demi selingkuhan.

Kopda Muslimin sempat mengajak selingkuhannya kabur namun ditolak.

Hingga akhirnya, Kopda Muslimin ditemukan meninggal dunia di rumah orangtuanya di Kendal pada 28 Juli 2022. (*)

Baca juga: UPDATE Polisi Temukan Racun Sianida dalam Tubuh Korban Meninggal Diracun di Magelang

Baca juga: Kru Helikopter Jatuh di Belitung Timur Ditemukan, Keluarga Berharap Aipda Joko Dimakamkan di Sragen

Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Mayat Gosong yang Ditemukan di Adiwerna Tegal, Diduga Warga Pesarean

Baca juga: Beredar Kabar Pelaku Klitih Keliling Kota Solo dan Bikin Resah, Kapolresta Solo: Itu Hoaks!

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved