Gempa Cianjur

90 Gempa Susulan Terjadi di Cianjur, Jokowi Instruksikan Menteri PUPR Tangani Dampak Gempa

BMKG mencatat 90 gempa susulan terjadi setelah gempa berkekuatan M 5,6 dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Barat, Senin (21/11/2022) pukul 22.30 WIB.

Editor: Pujiono JS
Tribun Jabar/ Deanza Falevi
Proses pencarian korban yang tertimbun minimarket di Kampung Kadudampit, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur berhasil diselamatkan, Senin malam (21/11/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CIANJUR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) mengimbau masyarakat khususnya di Jawa Barat untuk menghindari daerah lereng, Senin (21/11/2022).

Pasalnya gempa susulan dari gempa Cianjur berpotensi menimbulkan longsor, apalagi saat ini wilayah Indonesia masih berada pada musim hujan.

BMKG mencatat 90 gempa susulan terjadi setelah gempa berkekuatan M 5,6 dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Barat, Senin (21/11/2022) pukul 22.30 WIB.

Sebagian besar gempa susulan ini terdapat di Kabupaten Cianjur, sebagian kecil berada di Kabupaten Sukabumi. Magnitudo terbesar adalah M 4.2, sedangkan yang terkecil M 1.5.

Sebelumnya, BMKG menyatakan episenter gempa bumi pertama yang berkekuatan M5,6 terletak pada koordinat 6,86° LS ; 107,01° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 11 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diduga akibat aktivitas sesar Cimandiri.

Baca juga: UPDATE Ridwan Kamil Menyebut 162 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa Cianjur, 13.784 Jiwa Mengungsi

Daryono kepada KOMPAS.com mengungkapkan banyaknya gempa susulan dari pergerakan sesar di zona perbatasan Sukabumi, Cianjur, dan Padalarang ini terjadi mengingat kategorinya sebagai gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake).

Gempa dangkal ini memiliki gempa susulan yang banyak karena berada di batuan yang relatif rapuh.

Oleh karenanya, BMKG belum bisa memprediksi seberapa besar kekuatan gempa susulan.

"Ke depan kita akan terus mendapatkan catatan update gempa susulan. Apakah itu lebih besar? Itu belum kita prediksi karena masih unexpectable. Yang pasti karakteristik gempa dangkal akan diikuti aktivitas gempa susulan yang cukup banyak," kata Daryono.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," kata Daryono melalui siaran tertulisnya.

Gempabumi ini dirasakan di Kota Cianjur dengan skala intensitas V - VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar).

Garut dan Sukabumi IV - V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).

Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor dan Bayah dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved