Berita Brebes

Warga Dukuh Karanganyar Brebes Mengungsi, Permukiman Tak Aman Lagi Ditempati akibat Tanah Gerak

Seratusan warga Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, tinggal di pengungsian.

Editor: rika irawati
ISTIMEWA/BPBD Banyumas
ILUSTRASI. Rumah warga di RT 01 RW 01, Desa Jatisaba, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, ambruk akibat tanah ambles, Kamis (13/10/2022). Tanah gerak juga merusak puluhan rumah di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, hingga menyebabkan seratusan warga mengungsi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Seratusan warga Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, tinggal di pengungsian.

Rumah mereka, Senin (7/11/2022), mulai dirobohkan karena mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.

Tak hanya rumah, kawasan permukiman tempat mereka tinggal juga dinyatakan tidak aman untuk ditinggali lagi.

Ada 57 dari 185 rumah yang mengalami rusak berat maupun ringan akibat tanah bergerak sejak 2019 lalu.

Sebagian besar, rumah yang rusak, tepatnya berada di di Dukuh Karanganyar RT 03 RW 05 Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog.

Baca juga: Waspada saat Curah Hujan di Atas Normal! Banyumas Masuk Zonasi Menengah-Tinggi Potensi Tanah Gerak

Baca juga: 225 Rumah di Padasari Tegal Rusak Diterjang Tanah Gerak, Sebagian Warga Mengungsi ke Balai Desa

Pembongkaran dilakukan setelah hasil kajian Badan Geologi menyatakan, wilayah tersebut tidak layak lagi untuk dihuni karena rawan.

Warga penghuni rumah direlokasi sementara ke Pondok Pesantren Al Insan dan rumah kerabat masing- masing.

"Kondisi pergerakan tanah sangat parah sehingga seluruh bangunan rumah harus dirobohkan dan dipindah ke lokasi Huntara," kata Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Brebes, Budi Sujatmiko kepada wartawan, Senin (7/11/2022).

Budi mengungkapkan, pembongkaran rumah warga melibatkan tim gabungan dari ratusan relawan. Termasuk, dibantu warga setempat.

"Material dari rumah yang dirobohkan akan digunakan kembali untuk membangun hunian sementara (Huntara) di lahan yang aman dari tanah bergerak," ungkap Budi.

Budi mengungkapkan, pergerakan tanah di Desa Sridadi memang telah berlangsung sejak 2019.

Sedikitnya 65 rumah penduduk terkena dampak tanah gerak sehingga harus direlokasi.

Budi menyebut, terdapat 185 kepala keluarga (KK) atau 767 jiwa yang terdampak bencana.

"Total ada 57 rumah yang rusak parah dan harus direlokasi," ungkap Budi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved