Internasional

Khamenei Menuduh Amerika Serikat sebagai Dalang Aksi Protes di Iran

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh AS dan Israel mendalangi protes anti-rezim yang dipicu oleh kematian Amini

Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
FT.COM
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan ia menuduh AS dan Israel mendalangi protes anti-rezim yang dipicu oleh kematian seorang wanita muda 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN- Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan ia menuduh AS dan Israel mendalangi protes anti-rezim yang dipicu oleh kematian seorang wanita muda dalam tahanan polisi yang ditangkap karena diduga melanggar aturan berpakaian Islami.

Sedikitnya ada 41 orang tewas dalam tindakan keras sejak aksi protes yang dilakukan di seluruh provinsi Iran dalam beberapa pekan terakhir, kata televisi pemerintah.

Amnesty International telah menempatkan jumlah kematian lebih dari 50.

Baca juga: Berdemo tanpa Mengenakan Jilbab di Iran, Hadis Najafi Tewas Diberondong 6 Peluru di Badannya

Baca juga: 17 Orang Tewas Akibat Aksi Protes Terhadap Kematian Mahsa Amini di Iran

Dalam komentar pertamanya sejak protes dimulai, Khamenei mendukung polisi Iran untuk bertindak.

"Bahwa kerusuhan dan ketidakamanan ini telah direkayasa oleh AS dan rezim Zionis palsu sementara mereka yang digaji dan beberapa pengkhianat ekspatriat Iran membantu mereka,” ungkap Khamenei dikutip dari media Iran dan diwartakan FT.com.

Khamenei mengatakan kepada angkatan bersenjata Iran dalam pidato publik pada hari, Senin bahwa dia juga “terluka” karena “insiden ini”.

Mahsa Amini, seorang wanita Iran berusia 22 tahun, meninggal dalam tahanan polisi di ibu kota Iran Teheran.

Keluarganya mengatakan dia dipukuli dalam tahanan, namun petugas polisi membantahnya dan mengatakan kematiannya terkait dengan kondisi penyakit yang dialami oleh Amini.

Namun, pemimpin tertinggi Iran mengatakan sementara penyelidikan sedang berlangsung tentang apa yang menyebabkan kematiannya, "tidak masuk akal".

“Aksi protes tersebut dilakukan dengan cara membuat jalanan di seluruh Provinsi Iran tidak aman, selain itu para demonstran membakar Alquran, membakar jilbab, dan membakar masjid hingga mobil apparat,” kata Khamenei.

Iran mengalami kerusuhan terbesar sejak kerusuhan 2019 atas kenaikan harga bahan bakar. Orang-orang muda turun ke jalan pada malam hari dan melakukan protes di kampus pada siang hari.

Banyak slogan pemrotes ditargetkan pada Khamenei, yang memiliki kekuatan tertinggi di negara teokratis, daripada presiden Iran Ebrahim Raisi.

Para pengunjuk rasa, yang awalnya marah pada kewajiban mengenakan jilbab dan perlakuan terhadap Amini, juga menyerukan pembentukan sistem sekuler yang demokratis.

Pada Minggu malam, mahasiswa di Universitas Sharif yang bergengsi di Teheran melakukan protes dan menuntut pembebasan mahasiswa yang ditangkap sambil meneriakkan slogan-slogan anti-rezim.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved