Berita Nasional

Elektabilitas Ganjar Pranowo-Erick Thohir Naik karena Prestasi Kinerja

"Soal layak yang jadi parameter utama ya elektabilitas itu, kalau elektabilitas mereka bagus dan selalu naik itu dinilai oleh rakyat baik,"

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: Pujiono JS
Istimewa
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Menteri BUMN RI Erick Thohir 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Elektabilitas duet Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Menteri BUMN RI Erick Thohir terekam oleh lembaga survei Indikator Politik Indonesia mengalami kenaikan.

Berdasarkan temuan Indikator, elektabilitas pasangan ini naik sebesar 9.7 persen dari hasil survei sebelumnya.

Berdasarkan hasil survei sebelumnya yakni bulan Agustus 2022 lalu, elektabilitas Ganjar-Erick Thohir hanya di angka 33.4 persen.

Kemudian, di bulan September 2022, angka elektabilitas tersebut melejit naik menjadi 43.1 persen.

Berdasarkan analisa dari Pengamat Politik Ujang Komarudin, kenaikan elektabilitas ini dapat disebabkan oleh prestasi kandidat calon presiden di pilpres 2024.

"Kalau elektabilitas jelek itu dianggap tidak berprestasi," tutur Ujang.

Ia juga menegaskan selain berprestasi, kenaikan elektabilitas dari pasangan di simulasi pilpres 2024 karena masyarakat menilai figurnya yang baik untuk menjadi pemimpin Indonesia ke depan.

Sehingga layak untuk diusung dalam kontestasi demokrasi lima tahunan tersebut.

"Soal layak yang jadi parameter utama ya elektabilitas itu, kalau elektabilitas mereka bagus dan selalu naik itu dinilai oleh rakyat baik," jelas Ujang.

Seperti diketahui, baik Ganjar maupun Erick Thohir merupakan pemimpin yang sarat prestasi di Indonesia.

Ganjar memiliki prestasi membuat provinsi Jateng menjadi lebih baik.

Sedangkan, Erick Thohir banyak menuai prestasi di Kementerian BUMN seperti bergerak cepat menanggulangi pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi nasional dengan menggalakkan bantuan pendanaan kepada masyarakat.

Di samping itu, Erick Thohir juga berhasil memerangi korupsi di tubuh Kementerian BUMN.

Berbagai kasus korupsi berhasil diselesaikan seperti Jiwasraya, Asabri, Garuda Indonesia dan PLN. (**)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved