Berita Nasional

Seleksi PPPK Guru 2022 Segera Dibuka, Diutamakan Peserta Seleksi 2021 yang Lolos Nilai Ambang Batas

Pemerintah bakal membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru 2022.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/YUNAN SETIAWAN
ILUSTRASI. Pelantikan PPPK di Halaman Setda Kabupaten Jepara, beberapa waktu lalu. Pemerintah bersiap membuka seleksi PPPK guru dengan prioritas peserta seleksi PPPK 2021 yang telah memenuhi nilai ambang batas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pemerintah bakal membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru 2022.

Namun, mereka akan mendahulukan pelamar prioritas, yakni guru yang telah mengikuti seleksi PPPK pada 2021 dan telah memenuhi nilai ambang batas.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nunuk Suryani dalam acara Silaturahmi Merdeka Belajar, Kamis (22/9/2022).

"Pemenuhan kebutuhan guru dari kategori pelamar prioritas satu dilakukan berdasarkan urutan," kata Nunuk, dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Siap-siap! Tahun Ini, Pemkab Jepara Siap Buka Lowongan 1.015 PPPK. Mayoritas untuk Guru

Baca juga: Lolos Passing Grade tapi Belum Diangkat, Ribuan Guru Honorer Banyumas Minta Formasi PPPK Diperbanyak

Sesuai aturan Kemenpan RB, Pelamar Prioritas I yaitu guru Tenaga Honorer eks Kategori II (THK-II), guru non-ASN, lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan guru swasta, yang pada masing-masing kategori tersebut telah memenuhi nilai ambang batas pada seleksi PPPK JF Guru Tahun 2021, tetapi belum mendapat formasi.

Sementara, pelamar prioritas dua, yakni THK II yang tidak termasuk dalam THK II pada kategori pelamar prioritas satu.

Kemudian, pelamar prioritas III, yakni guru non-ASN yang tidak termasuk dalam guru non-ASN kategori pelamar prioritas satu di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dan memiliki keaktifan mengajar minimal tiga tahun atau setara dengan enam semester pada Dapodik.

Seleksi tersebut bertujuan mengatasi kekurangan guru dan permasalahan guru honorer.

Saat ini, Nunuk mengatakan, berdasarkan jumlah siswa, rombongan belajar, dan distribusi satuan pendidikan, dibutuhkan 2,4 juta guru.

Saat ini, ketersediaan guru baru mencapai 2,1 juta guru dengan rincian 1,3 juta guru berstatus ASN, dan sejumlah 224.000 ribu guru non-ASN. Jumlah ini, sudah termasuk jumlah guru Agama.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved