Purbalingga dalam Angka

Sektor Kuliner Dapat Menunjang Pariwisata di Kabupaten Purbalingga

Purbalingga dikenal sebagai destinasi wisata alam, maka pembangunan kepariwisataan di Purbalingga sangat berpengaruh pada perkembangan ekonomi

Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
tribunbanyumas.com/permata putra sejati
Ikon Purbalingga, Jawa Tengah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM- Purbalingga dikenal sebagai destinasi wisata alam yang beraneka ragam, maka pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Purbalingga sangat berpengaruh pada kegiatan ekonomi.

Keberhasilan dalam bidang pariwisata dicerminkan dengan semakin meningkatnya jumlah pengunjung objek wisata.

Baca juga: Kuliner Legendaris Dekat Alun-alun Purbalingga, Tahu Gecot Pak Imoeh. Bisa Pesan Kematangan Tahu

Baca juga: Resep Masakan, Sroto Bancar Khas Purbalingga

Baca juga: 6 Kuliner Populer Wajib Dicoba saat Berkunjung ke Purbalingga, Ada Soto hingga Gulai

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik ( BPS) Kabupaten Purbalingga pada tahun 2020 jumlah pengunjung menurun drastis akibat adanya pandemi.

Tercatat jumlah pengunjung di seluruh objek wisata sebanyak 1.387.912 orang dan memberikan pemasukan sebesar Rp15.958.823.805.

Sedangkan di tahun 2019 tercatat jumlah pengunjung di seluruh objek wisata Purbalingga sebanyak 3.279.441 orang.

Berdasarkan seluruh kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Purbalingga mampu memberi pemasukan ke kas pemerintah daerah sebesar Rp44.781.457.446.

Namun dengan adanya penurunan ini, Kabupaten Purbalingga mempunyai 75 buah rumah makan yang menjadi salah satu sarana penunjang sektor pariwisata.

Jumlah rumah makan di Kabupaten Purbalingga paling banyak di Kecamatan Purbalingga (42 buah), Kecamatan Bojongsari, Padamara, Kalimanah, Bukateja, Kemangkon (masing-masing 4), Kecamatan Bobotsari, Kutasari (masing-masing 3), Kecamatan Karangreja, Mrebet (masing-masing 2), dan Kecamatan Pengadegan, Kaligondang, Kejobong (masing-masing 1).

Baca juga: Nikmatnya Tahu Gecot Pak Sis Purbalingga: Tersedia Pilihan Porsi dan Tingkat Kepedasan

Baca juga: Resep Masakan, Tahu Gecot Khas Banyumas

Baca juga: Sate Blater Pak Indra Khas Purbalingga, Sudah Berdiri dari Tahun 1990

Ada lima kecamatan yang belum mempunyai rumah makan, yaitu Kecamatan Rembang, Karangmoncol, Kertanegara, Karanganyar, Karangjambu. Kelima kecamatan itu memang kecamatan yang jauh dari ibukota Kabupaten Purbalingga. 

Purbalingga mempunyai tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan sendiri, seperti Goa Lawa yang berada di Kecamatan Karangreja; Owabong di Kecamatan Bojongsari dan lokasi-lokasi lainnya.

Namun masih banyak tempat-tempat kuliner yang jauh dari wisata tersebut. Sebagai contoh, Gule Melung Bu Hadi yang terletak di dusun Melung, Kecamatan Kaligondang yang lokasinya jauh dari kota maupun wisata yang menonjol.

Lokasi yang sangat jauh hingga antrean yang lama membuat wisatawan yang ingin menikmati kuliner lokal merasa tidak nyaman.

Baca juga: Bakmi Anglo Pak Trisno, Kuliner Legendaris yang Lezat di Cilacap Berusia 48 tahun

Baca juga: Kuliner Unik Banyumas: Mendoan Ghosting Sawangan Purwokerto. Ada Isian, Dijamin Tak Bikin Sakit Hati

Baca juga: Mudik ke Banyumas? Jangan Lupa Mampir ke Pusat Oleh-oleh Sawangan Purwokerto, Ada Mendoan Jumbo

Selain itu, penjual lokal maupun pedagang kecil banyak yang kurang modal atau kurang memiliki kemampuan untuk promosi mulai kesulitan memasarkan usahanya.

Diharapkan kedepan masalah-masalah ini bisa dapat ditingkatkan lagi baik dari segi kulaitas maupun kuantitas.

ADR

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved