Berita Purbalingga

Anak Muda di Purbalingga Produksi Pupuk Organik dari Limbah Peternakan, Cocok untuk Sayur dan Bunga

Anak-anak muda di Kalimanah Wetan, Purbalingga, menangkap peluang usaha dari limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/PEMKAB PURBALINGGA
Ketua Kelompok Tani Muda Serbumas Desa Kalimanah Wetan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Sidik Saefudin, dan lokasi pembuatan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik, Senin (19/9/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Anak-anak muda di Desa Kalimanah Wetan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, menangkap peluang usaha lewat limbah pertanian dan peternakan di wilayah mereka.

Limbah dari para petani dan peternak yang ada mereka kumpulkan dan olah menjadi pupuk organik yang cocok diterapkan untuk tanaman padi, sayur, buah, hingga bunga hias.

Saat ini, mereka berpoduksi di bawah naungan Kelompok Tani Muda Seruan Budi Daya Mandiri Sejahtera (Serbumas).

Ketua Kelompok Tani Muda Serbumas Sidik Saefudin mengatakan, produksi pupuk organik ini dimulai pada 2019.

Pada 2021, mereka mendapat dukungan dari pemerintah desa setempat dan mendapat bantuan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Desa Kalimanah Wetan serta Dinas Pertanian Purbalingga.

Saat ini, selain memproduksi pupuk organik, mereka juga mengembangkan usaha ternak breeding (pembiakan) domba dan sapi.

Baca juga: Bertemu Persibangga Purbalingga dan PSIW Wonosobo, Persibas Banyumas: Juara Grup Harga Mati!

Baca juga: Keluhkan Dampak Kenaikan Harga BBM, Forum Lintas Kelembagaan Purbalingga Geruduk DPRD

Usaha ini dikelola lima orang. Selain Sidik, ada empat orang lain yang rutin memproduksi pupuk di bangunan Rumah Kompos milik kas desa.

"Sekali buat, 1 ton. Setiap pekan kami memproduksi pupuk organik ini," jelas Sidik dalam rilis yang diterima, Selasa (20/9/2022).

Sidik mengatakan, pupuk organik itu mereka buat dari bahan-bahan limbah pertanian dan peternakan, antara lain, dedak afkir yang sudah dicampur kapur pertanian, enceng gondok, kotoran sapi dan domba, sekam bakar.

"Bahan-bahan itu kemudian difermentasi menggunakan obat-obatan nonsintetis untuk mempercepat proses fermentasi," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved