Berita Semarang

Kebiasaan Bagi Nasi Bungkus di Jalanan Semarang Bakal Hilang, Pemberi Bisa Didenda Rp1 Juta

Aksi sosial membagikan nasi bungkus di Kota Semarang bakal tak bisa ditemukan lagi. Pasalnya, pemberi bisa didenda hingga Rp1 juta.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Iwan Arifianto
Para pemulung menunggu donatur memberikan nasi bungkus atau uang di Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Pedurungan, Kota Semarang, Sabtu (17/9/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Aksi sosial membagikan nasi bungkus di jalanan Kota Semarang bakal tak lagi terlihat. Pasalnya, mereka yang memberi nasi bungkus bakal terancam pidana dan denda hingga Rp1 juta.

Sanksi ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014.

Dalam aturan ini disebutkan, setiap orang dilarang memberikan uang barang dalam bentuk apapun kepada anak jalanan, gelandangan, serta pengemis, di jalanan umum dan traffic light.

"Termasuk, memberikan nasi bungkus yang dilakukan di jalanan," terang Sub Koordinator Tuna Susila dan Perdagangan Orang (TSPO) Dinas Sosial Kota Semarang, Bambang Sumedi, Sabtu (17/9/2022).

Baca juga: Awas! Beri Uang ke Pengemis di Kota Semarang Bisa Kena Denda Rp 1 Juta. Berlaku Mulai 1 Oktober 2022

Baca juga: Sebelum Hilang, Pegawai Bapenda Semarang Sudah Bertemu Polisi dan Beri Keterangan Soal Kasus Korupsi

Sebagai solusi, Bambang meminta masyarakat berdonasi atau bersedekah ke tetangga, tempat ibadah, panti asuhan, atau lembaga sosial lain.

"Diarahkan ke situ, jangan diberikan di jalanan. Memberi tidak apa-apa tapi di tempat yang tepat," terangnya.

Terpisah, pemulung Semarang, Purwanto mengatakan, setiap hari Jumat sore, dia memilih melintas atau menunggu di sekitar Jalan Arteri Soekarno-Hatta Pedurungan untuk menanti pemberian Jumat Berkah dari donatur.

Biasanya, dia menerima tiga sampai empat bungkus nasi.

"Tak hanya nasi bungkus tapi adakalanya diberi uang tunai," jelasnya.

Baca juga: Libur FIFA Matchday, PSIS Semarang Fokus Benahi Fisik dan Mental Pemain

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Tol Semarang-Solo Km 425 Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Ia menjelaskan, aktivitas menunggu pemberian donatur di jalan sudah dilakukan selama bertahun-tahun.

Memang, saat menunggu sedekah, dia pernah ditangkap Satpol PP.

"Pernah ketangkap waktu bulan Ramadhan kemarin. Tapi, hanya di data lalu disuruh pulang," ucapnya.

Pemulung lain, Sumarni menuturkan, pemulung yang mangkal di jalan tersebut jumlahnya cukup banyak, lebih dari 20 orang.

"Iya, biasa mangkal di sini, memang banyak sekali karena banyak yang memberi," paparnya. (*)

Baca juga: Ketua Dewan Pers dan Cendikiawan Muslim Azyumardi Azra Tutup Usia, Sempat Masuk RS di Malaysia

Baca juga: 96 Difabel Banyumas Ikuti Festival Olahraga Disabilitas, Motivasi Jadi Atlet Paralympic

Baca juga: Pengunjung dan PK di Kaliwungu Kudus Pasrah Digerebek Satpol PP saat Asyik Karaoke

Baca juga: Shin Tae-yong Siap Balas Dendam! Malam Ini, Indonesia Bertemu Vietnam di Kualifikasi Piala Asia U20

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved