Berita Semarang

Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Tol Semarang-Solo Km 425 Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Sidang kasus pembunuhan ibu dan anak yang mayatnya dibuang di dekat tol Semarang-Solo memasuki tuntutan. Pelaku dituntut hukuman seumur hidup.

Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Iwan Arifianto
ILUSTRASI. Direskrimum Polda Jateng Kombes Djuhandani Rahardjo Puro menunjukkan barang bukti dan tersangka Dony Christiawan Eko Wahyudi (31), dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Jumat (18/3/2022). Dony merupakan tersangka pembunuhan ibu dan anak dan membuang mayat keduanya di bawah jembatan Tol Semarang-Ungaran, Banyumanik, Kota Semarang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Masih ingat kasus pembunuhan bidan dan anak yang mayatnya dibuang di dekat Jalan Tol Semarang-Solo KM 425 di wilayah Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Maret 2022 lalu.

Pelaku pembunuhan, Donny Christiawan Eko Wahyudi, kini menjalani persidangan dan dituntut hukuman seumur hidup serta denda Rp1,5 miliar.

Tuntutan itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng, Jumadi, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Semarang, Rabu (14/9/2022).

Denda tersebut juga wajib dibayar. Jika tidak, terdakwa dihukum satu tahun kurungan.

Ditemui di Kejati Jateng, Jumat (16/9/2022), Jumadi mengungkapkan, hukuman seumur hidup dimintakan kepada majelis hakim berdasarkan bukti dan keterangan di dalam persidangan.

Baca juga: Mayat Perempuan Tertutup Sarung Ditemukan di Bawah Jembatan Tol Semarang-Solo, Ada Jeratan di Leher

Baca juga: Pembunuhan Ibu dan Anak di Bawah Tol Semarang-Solo, Kombes Pol Djuhandani Tahan Tangis: Dramatis!

Donny dinilai secara sengaja melakukan perencanaan untuk menghilangkan nyawa orang lain, sebagaimana diancam pidana dalam Pasal 340 KUHP.

Ia terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diancam pidana dalam Pasal 76 C jo Pasal 80 ayat (3) UU RI No 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Apalagi, nyawa yang dihilangkan Donny dua orang sekaligus. Ini merupakan tindakan sadis.

"Beratnya tuntutan karena ditambah pasal perlindungan anak. Kalau hal yang meringankan, tidak ada," ujarnya.

Jumadi mengatakan, sidang pembunuhan bidan dan anak tersebut sempat tertunda tiga kali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved