Berita Karanganyar

Kades Berjo Karanganyar Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Rp 1,16 Miliar, Mark-up Belanja Wahana Wisata

Kejari Karanganyar menetapkan Kepala Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, sebagai tersangka kasus korupsi Rp 1,16 miliar.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/AGUS ISWADI
Kasi Pidsus Kejari Karanganyar Tubagus Gilang Hidayatullah memberi keternagan kepada wartawan di kantor kejari setempat, Kamis (14/9/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar menetapkan Kepala Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, berinisial S, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi BUMDes.

Selain S, kejari juga menetapkan mantan Dirut BUMDes Berjo tahun 2020 berinisial EK sebagai tersangka.

Mereka diduga merugikan uang negara Rp 1,16 miliar setelah melakukan mark up dana pengembangan kawasan wisata Telaga Madirda.

Kasi Pidsus Kejari Karanganyar Tubagus Gilang Hidayatullah menyampaikan, telah memeriksa sebanyak 20-an saksi atas kasus dugaan korupsi tersebut.

Baca juga: Tak Hanya Naik Wahana Air, Pengunjung Telaga Madirda di Ngargoyoso Karanganyar Juga Bisa Kamping Loh

Baca juga: Siswi SMA di Karanganyar Mengeluh Sakit Perut, Saat Dibawa ke Puskesmas Ternyata Siap Melahirkan

Gilang mengatakan, penyidik telah menemukan alat bukti kuat untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka. Termasuk, keterangan dari ahli.

"Perhitungan kerugian negara sebesar Rp 1,16 miliar. Dua tersangka, inisial S dan EK," katanya kepada wartawan, Kamis (15/9/2022).

Menurut Gilang, dana tersebut semestinya digunakan untuk pengembangan wahana, semisal pembangunan kolam renang, lahan parkir, serta flying fox.

Hasil korupsi digunakan untuk kepentingan pribadi kedua tersangka.

Baca juga: Tak Hanya Satu, Sejumlah Parpol di Karanganyar Punya Anggota PNS. Ini yang Dilakukan KPU

Baca juga: Viral Seorang Guru di Karanganyar Bersihkan Kutu di Rambut Siswanya, Bikin Merinding!

Namun, Gilang enggan merinci peran masing-masing tersangka. Alasannya, hal itu merupakan materi penyidikan.

Dalam waktu dekat, penyidik Kejari Karanganyar akan memeriksa keduanya sebagai tersangka.

"Ketika syarat objektif dan subyektif terpenuhi maka akan dilakukan penahanan," ucapnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tipikor dengan ancaman hukuman penjara empat tahun hingga 20 tahun. (*)

Baca juga: Warga Somakaton Banyumas Mulai Terima BLT BBM, Antrean Menggunakan Nomor Urut

Baca juga: 3,5 Kg Sabu dari Malaysia Disembunyikan di Pigura Kaligrafi Diselundupkan ke Semarang

Baca juga: Terungkap! Pelaku Pembobol Mesin ATM di Lebaksiu Tegal, Ini Penuturan Polisi

Baca juga: Teriakan Minta Tolong Mengungkap Kejadian Anak Bacok Ayah hingga Tewas di Gandrungmanis Cilacap

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved