Berita Semarang

3,5 Kg Sabu dari Malaysia Disembunyikan di Pigura Kaligrafi Diselundupkan ke Semarang

Petugas menggagalkan penyelundupan sabu dari Malaysia di Semarang. Modus yang dipakai yaitu menyembunyikan sabu di pigura kaligrafi.

ist/dok bea cukai
Barang bukti berupa paket yang berisi baju dan pigura kaligrafi yang berisi sabut saat diamankan tim KPPBC TMP Tanjung Emas Semarang, Kanwil DJBC Jateng dan DIY serta Ditresnarkoba Polda Jateng, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG -  Petugas Ditresnarkoba Polda Jateng dan Bea Cukai Tanjung Emas Semarang menggagalkan penyelundupan sabu dari Malaysia.

Modus yang dipakai yaitu menyembunyikan sabu di pigura kaligrafi.

Pigura kaligrafi tempat menyembunyikan sabu tersebut lalu dicampur dengan pakaian bekas yang dijadikan satu paket dalam satu bungkus dus untuk mengelabui petugas.

Terungkapnya barang haram tersebut pada Kamis 1 September 2022.

Baca juga: Polda Jateng Optimistis Berhasil Mengungkap Pembunuh Pegawai Bapenda Semarang meski Alat Bukti Minim

Petugas pun melakukan koordinasi untuk melakukan investasi dan penyelidikan terkait sabu dari Malaysia ini.

Dari hasil investigasi, polisi menangkap tiga orang yang berinisial H, KK, dan UK.

"Sabu masuk melalui jalur laut atau pelabuhan, kemudian barang tersebut tujuannya yakni dua lokasi, yakni Nganjuk dan Tulungagung Jawa Timur," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian, saat konferensi pers, Kamis (15/9/2022). 

Dia menjelaskan, pengungkapan itu bermula dari informasi petugas bea cukai mengenai adanya benda mencurigakan di dalam pigura yang dikirim dari Malaysia melalui jasa ekspedisi.

Baca juga: Misteri Pembunuhan PNS Pemkot Semarang dan Saksi Kasus Korupsi, Wali Kota: Kami Tunggu Kerja Polisi

Pigura yang berisi sabu tersebut sebetulnya dijadikan satu paket dengan barang lain yang merupakan barang impor milik seorang pekerja migran Indonesi (PMI) yang bekerja di Malaysia berinisial H.

Polisi pun sudah menangkap H yang disebut sebagai kurir atau pengantar barang haram tersebut untuk masuk ke Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved