Berita Nasional

Tak Lolos Verifikasi, 249.740 Pekerja Gagal Terima Bantuan Subsidi Upah Rp 600 Ribu

Pemerintah mulai menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) kepada 5.099.915 pekerja bergaji maksimal Rp 3,5 juta. Namun, 249.740 orang gagal.

Editor: rika irawati
KONTAN/Carolus Agus Waluyo
Ilustrasi bantuan langsung tunai. Sebanyak 249.740 pekerja tidak lolos verifikasi sehingga gagal menerima bantuan subsidi upah (BSU) Rp 600.000. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pemerintah mulai menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) kepada buruh atau pekerja dengan gaji maksimal Rp 3,5 juta, Senin (12/9/2022).

Bantuan ini merupakan kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diterapkan mulai awal September.

Namun, data dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), ada 249.740 pekerja yang tidak lolos verifikasi sehingga gagal menerima subsidi gaji Rp 600.000.

Untuk tahap I, pemerintah menyiapkan total dana Rp Rp 2.467.231.200.000 yang akan dibagikan kepada 5.099.915 pekerja.

Baca juga: Cek Rekening! BSU BBM Rp 600 Ribu bagi Pekerja dan Buruh Cair Mulai Besok, 12 September 2022

Baca juga: Pemerintah Mulai Salurkan BLT BBM Rp 600 Ribu, Begini Cara Mengecek Nama-nama Penerimanya

Subsidi upah ini disalurkan melalui ke bank negara yang tergabung di dalam Himpunan Bank Negara (Himbara), yaitu BNI, BRI, Mandiri, BTN, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Jumlah data (penerima subsidi gaji) tidak lolos 249.740. Kebanyakan nomor rekening tidak aktif atau tidak sesuai dengan identitas," kata Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Dita Indah Sari, dikutip dari Kompas.com, Selasa (13/9/2022).

Dita mengatakan, dari penyaluran subsidi gaji tersebut, Jakarta menjadi daerah penerima terbanyak.

"Penerima terbesar adalah pekerja di DKI Jakarta sebanyak 837.695 orang," ucapnya.

Para pekerja yang berhak menerima BSU adalah mereka yang memenuhi syarat sesuai Permenaker Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah Bagi Pekerja/Buruh.

Syarat penerima BSU adalah:

  1. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan kepemilikan nomor induk kependudukan.
  2. Peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan bulan Juli 2022.
  3. Menerima gaji/upah paling banyak sebesar Rp 3,5 juta per bulan. Dalam hal pekerja/buruh bekerja di wilayah dengan upah minimum kabupaten/kota lebih besar dari Rp 3,5 juta maka persyaratan gaji/upah menjadi paling banyak sebesar upah minimum kabupaten/kota dibulatkan ke atas hingga ratus ribuan penuh.
  4. Pemberian bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah dikecualikan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau TNI/Polri.
  5. Pemberian bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah diprioritaskan bagi pekerja/buruh yang belum menerima program Kartu Prakerja, program Keluarga harapan, atau program bantuan produktif usaha mikro pada tahun anggaran berjalan sebelum bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah disalurkan.
  6. Memiliki rekening aktif. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemnaker Sebut 249.740 Pekerja Gagal Terima BSU, Ketahui Dulu Syarat Jadi Penerimanya".

Baca juga: Bareskrim Polri Turun Tangan Bantu Ungkap Kasus Mayat Terbakar Diduga Pegawai Bapenda Semarang

Baca juga: Gubernur Ganjar Berjanji Dampingi Petani Dapatkan BBM untuk Peralatan Pertanian

Baca juga: Sempat Tertutup Longsor, Jalan Penghubung Majingklak-Palugon Cilacap Kini Bisa Dilalui Kendaraan

Baca juga: Harga Cabai dan Bawang di Pasar Tambak Banyumas Masih Stabil, Belum Terdampak Kenaikan Harga BBM

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved